INSTIPER Gandeng SMK Kehutanan dan Perusahaan, Ciptakan Rimbawan Penyerang

06 September 2018

Bernas.id - Bertempat di Auditorium INSTIPER Yogyakarta, Kamis (6/9) INSTIPER Yogyakarta mengadakan round table meeting untuk pengembangan SDM kompetensi di bidang kehutanan. Round table ini merupakan rangkaian acara Dies Natalis INSTIPER ke-60 yang akan dirayakan pada 10 Desember 2018 mendatang. Round table ini merupakan wujud nyata dari upaya mendukung nawa cita yang telah ditetapkan pemerintah (agenda pembangunan nasional) yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia melalui pembangunan pendidikan.

Kegiatan ini merupakan wadah untuk bertemunya 3 komponen penting dalam pembangunan SDM kehutanan yang profesional yaitu dari pihak pemerintah yang diwakili oleh BP2SDM, KPH Yogyakarta, dan Perum Perhutani. Pihak korporasi di bidang kehutanan dan pihak institusi pendidikan yang terdiri dari SMK Kehutanan dan INSTIPER Yogyakarta.

Pada acara ini diikuti perwakilan dari 14 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan di Indonesia. 12 SMK tersebut berasal dari SMK dari Kadipaten Jawa Tengah, Garut, Bogor Pekanbaru, Tuban, Magelang, Mojokerto, Sumedang, Rembang, Maros Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan paling jauh dari Manokwari Papua. Selain dari SMK, round table ini juga diikuti oleh perwakilan dari perusahaan. Perusahaan yang akan hadir adalah PT RAPP, PT Mahakam Persada Sakti, dan PT Arara Abadi. Perwakilan dari Pemerintahan berasal dari BP2SDM, KPH Yogyakarta, dan Perum Perhutani.

Purwadi, Rektor INSTIPER dalam sambutan pembukaan acara ini menyampaikan bahwa SDM berkompetensi saat ini menjadi sangat penting dalam menjalankan profesinya, termasuk SDM kompetensi kehutanan. “INSTIPER merupakan salah satu perguruan tinggi yang telah mencetak SDM berkompetensi kehutanan yang siap kerja dan telah mengisi kebutuhan SDM di berbagai perusahaan. Hal ini dikarenakan kurikulum pendidikan yang dilaksanakan di INSTIPER telah disesuaikan dengan kebutuhan di dunia kerja. Pada saat ini INSTIPER juga mendidik mahasiswa beasiswa ikatan dinas dari PT RAPP dan PT Toba Pulp Lestari,“ ujarnya.

Rektor Purwadi mengatakan Instiper selama 8 tahun sudah dipercaya mendidik ikatan dinas dari PT RAPP. "PT RAPP tidak pernah berhenti mengirim mahasiswa baru dengan ikatan dinas. Ini sebuah kepercayaan besar, " katanya.

Rektor Purwadi pun bertanya, apakah sebetulnya strategi pembangunan kehutanan sudah di track yang benar? "Saya melihat perlu dipikir ulang, kehutanan itu dulu sumber daya yang besar. Lalu, tahap kedua, ekploitasi. Tahap berikutnya, kita diserang habis-habisan karena masalah kesadaran lingkungan, isu lingkungan dari dunia internasional," ujarnya.

Lalu, strategi kita, sebut Rektor Purwadi, kita hanya bertahan, apakah kita harus terus bertahan?"Kalau kita main bola, apakah kita akan bertahan saja, tidak menyerang," katanya.

"Mental kita kini hanya bertahan saja. Selama masih seperti ini, mau sampai kapan. Kita ini bahkan sudah menjadi kiper.Berani tidak kita menyerang, boleh bertahan, kita harus menyerang balik," imbuhnya.

Untuk itu, Rektor Purwadi menyebut bahwa kita membutuhkan pemain-pemain penyerang. "Apakah selama ini kita mendidik anak didik kita sebagai pemain penyerang," ujarnya.

"Kementerian Kehutanan digabung dengan lingkungan, itu sebagai bentuk kita memang harus bertahan," imbuhnya.

Rektor Purwadi menyatakan kalau kita memang mau ke sana, menuju strategi menyerang kita harus menciptakan pemain- pemain penyerang. "Kita buktikan kita bisa memproduksi kayu dengan sistem yang baik, jangan hanya isu-isu saja. Mari kita ubah strategi pembangunan kehutanan kita yang  bertahan dengan strategi menyerang," tuturnya.

"Perguruan tinggi dan SMK untuk menciptakan pemain baru dengan pemain menyerang. Kita desain kurikulum dan pendidikan yang mencetak pemain penyerang," imbuhnya.

Saat ini, menurut Rektor Purwadi menyebut bahwa kita punya tantangan baru, yaitu Revolusi Industri 4.0. "Itu sudah kita hadapi dan melakukan track running ke sana. Bagi Instiper teknologi itu (ICT, mekanisasi) kelimpahan sumber daya, tidak perlu ditakuti. Lebih mudah, lebih praktis," ucapnya.

"Kita menghadapi tantangan generasi baru yang berbeda. Kehutanan membutuhkan strategi baru untuk menciptakan pemain penyerang dengan kelimpahan teknologi, apakah kita siap mengelola mereka? Untuk integritas dan disiplin generasi sat ini bisa diset-up dengan sistem teknologi," tambahnya.

Sementara itu, Sumardi, Dekan Fakultas Kehutanan INSTIPER, menambahkan bahwa selain memiliki kompetensi khusus dan menjadi rimabawan profesional maka perlu juga peka terhadap perkembangan teknologi. "Kompetensi lulusan SMK harus dapat diterima di dunia industri pada era revolusi industri 4.0 karena pada era revolusi industri 4.0 saat ini, perkembangan teknologi juga masuk di bidang kehutanan. Sebagai contoh perkembangan drone memudahkan untuk proses monitoring kondisi hutan. Seperti yang telah dilakukan oleh PT RAPP saat ini yang menggunakan drone untuk monitoring dan evaluasi hutan tanaman industrinya. Kemampuan, keahlian, dan ketrampilan SDM di bidang kehutanan juga harus mengikuti tuntutan perkembangan ini,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kompetensinya, Sumardi berharap bahwa lulusan SMK dapat melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kehutanan INSTIPER Yogyakarta yang memiliki minat studi Sarjana Konservasi dan Restorasi, Sarjana HutanTanaman, Industri, dan Sarjana Manajemen Hutan. “Dari kegiatan roundtable meeting ini diharapkan menghasilkan peta setandar kompetensi SDM kehutanan yang dibutuhkan di setiap level unit operasionalisasi pasa perusahaan kehutanan dan KPH; peta kondisi lulusan dan capaian kompetensi SDM teknis kehutanan tingkat menengah pada masing-masing pendidikan SMK; dan peta peluang peningkatan dan pengembangan level kompetensi SDM teknis kehutanan tingkat menengah melalui jalur pendidikan tinggi,” paparnya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara INSTIPER dengan SMK Bakti Rimba Bogor untuk pengembangan kompetensi di bidang kehutanan dan antara INSTIPER dengan PT Mahakam Persada Sakti untuk penerimaan tenaga kerja baru  dari alumni INSTIPER. (jat)


Penulis : Penulis
Editor : Editor