Koperasi jadi Fondasi Ekonomi Indonesia

07 September 2018

Bernas.id - Keberadaan koperasi di Indonesia harus diperkuat karena menjadi fondasi ekonomi nasional. Karena itu, jumlah koperasi tidak perlu banyak tapi harus berkualitas. Dan kualitas sebuah koperasi sangat tergantung dari keaktifan pengurus maupun anggota dalam mengelola dan berpartisipasi dalam transaksi mulai dari simpan pinjam hingga berbelanja semua kebutuhan di koperasi.

"Krisis ekonomi global saat ini akibat perang dagang antara AS dan China memang berdampak bagi semua negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, ekonomi Indonesia tetap kuat dan kokoh karena keberadaan koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Koperasi dan UKM telah memperkuat ekonomi Indonesia sehingga tidak terlalu terkena dampak krisis ekonomi global, sebab usaha koperasi dan UKM tidak terkait atau terpengaruh mata uang dollar AS," kata Menteri Koperasi dan UKM Drs Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam ceramah ilmiah di Ruang Ki Sarino Mangunpranoto Kampus Kebangsaan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Jumat (7/9/2018).

Ceramah ilmiah diikuti para dosen Fakultas Ekonomi UST, Kepala Dinas Koperasi dan UKM se-DIY, Ketua Dekopinwil DIY, Kepala Dinas Koperasi Kota/Kabupaten se-DIY, Ketua Dekopinda Kota dan para ketua koperasi Kota Yogyakarta serta Kepala SMK Koperasi Yogyakarta.

Menurut Meteri Puspayoga, karena menjadi fondasi ekonomi nasional maka sejak menjadi Menteri Koperasi dan UKM ia melakukan reorientasi koperasi dengan melakukan pengawasan dan pembinaan bagi koperasi yang tidak sehat atau tidak aktif. Dari hasil pengawasan itu diketahui dari 200 ribu lebih koperasi di Indonesia dengan 25 juta anggota, ternyata ada 60 ribu koperasi yang tidak aktif atau hanya papan nama. Karena itu, pihaknya melakukan pembinaan terhadap 60 ribu koperasi yang tidak aktif tersebut. Dari hasil pembinaan itu, 20 ribu di antaranya dibubarkan karena sudah tidak bisa dibina atau dibenahi lagi.

Selain itu, dari segi regulasi pihaknya telah memangkas peraturan menteri (permen) dari 32 permen menjadi hanya 12 permen. Hal ini dilakukan untuk memperlancar dan memberi ruang yang luas bagi koperasi untuk bergerak.

Untuk memperkuat koperasi dan UKM, menurut Menteri Puspayoga, pihaknya mengeluarkan kebijakan yang sangat mendasar yakni menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 22 persen per tahun menjadi hanya 7 persen per tahun. Selain itu, pajak UKM diturunkan dari 1 persen menjadi hanya 0,5 persen.

Dan semua itu dilakukan untuk memperkuat koperasi dan UKM dalam rangka memperkuat ekonomi nasional. Dan ini terbukti, meski krisis ekonomi global berdampak pada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, namun ekonomi Indonesia saat ini masih tetap kuat. Ini terbukti, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 sebesar 5,7 persen atau tertinggi ketiga di dunia setelah China 6 persen di tempat kedua dan di India sebesar 7 persen di tempat pertama.

Kuatnya koperasi dan UKM sebagai fondasi ekonomi nasional, menurut Menteri Puspayoga, karena produk atau usaha koperasi dan UKM tidak terkait dengan mata uang dollar AS.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM, kondisi ekonomi Indonesia saat ini sangat jauh berbeda dengan kondisi ekonomi tahun 1998. Ketika itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dari Rp 2.500 per dollar AS melonjak tajam menjadi Rp 16.000 per dollar AS atau selisih hingga Rp 13.500 per dollar AS. Sementara saat ini, nilai tukar rupiah dari Rp 13.000 naik menjadi Rp 14.980 atau hanya naik sekitar Rp 1.980 per dollar AS.

Sementera Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa Prof Dr Ki Sri-Edi Swasono mengatakan, satu hal yang tidak ternilai harganya dalam koperasi adalah kekeluargaan. Kekeluargaan merupakan nilai budaya yang sangat tinggi karena dengan asas kekeluargaan, anggota koperasi yang menghadapi kesulitan akan mudah tertolong.

"Seorang anggota yang sakit keras dan butuh bantuan dana tak mungkin langsung dibantu kalau pinjam di bank karena harus ada agunan. Namun, kalau pinjam ke koperasi cukup datang ke ketua koperasi saat itu langsung dibantu," kata Prof Sri-Edi Swasono memberi contoh salah satu manfaat menjadi anggota koperasi. (lip)

 


Penulis : Penulis
Editor : Editor