Ribuan Warga Padati Sepanjang Selokan Mataram

09 September 2018

Bernas.id --Seperti diperkirakan sebelumnya, ribuan warga memadati sepanjang Selokan Mataram mulai dari Banyurejo, Tempel hingga Sanggrahan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (9/9/2018). Mereka mengikuti kegiatan mancing gratis yang diadakan oleh Relawan Jokowi-KH Ma'ruf Amin untuk Kemuliaan Indonesia (Rejomulia) yang diketuai Kyai Haji Masrur Ahmad MZ.

Dari pengamatan bernas.id mulai dari Maguwoharjo, Seturan hingga Pringwulung, Desa Condongcatur, sejak pukul 06.00 pagi, warga sudah mulai duduk bersila di tepi Selokan Mataram meski ikan baru ditebar mulai pukul 09.00 WIB. Sejumlah warga mengaku datang lebih awal agar bisa memilih tempat yang nyaman untuk memancing.

"Sebelum jam 06.00 saya sudah duduk manis di sini, meski saya tahu ikan baru ditebar mulai pukul 09.00. Saya ingin memilih tempat yang nyaman dan strategis," kata Suyanto, warga Seturan, yang ditemui bernas.id di samping pintu gerbang masuk area parkir Gereja Katolik Babarsari, Minggu (9/9/2018) pukul 05.50 pagi.

Suyanto mengaku jika datang agak siang maka akan kesulitan mendapatkan tempat yang sesuai keinginan. Dan benar saja, mulai pukul 07.00 tepi sisi selatan Selokan Mataram wilayah Babarsari sudah dipenuhi warga untuk memancing. Mereka yang datang agak siang menjelang pukul 09.00 tidak mendapat tempat sehingga harus menyusuri Selokan Mataram ke timur untuk mencari tempat yang masih longgar.

Sekitar pukul 08.50 WIB, panitia sudah menebar ikan ke Selokan Matarm sisi selatan Gereja Katolik Babarsari. Para pemancing pun seperti berlomba-lomba melepas kail ke selokan. Dan hanya sekitar 5 menit sejak ikan ditebar, beberapa pemancing sudah berhasil mendapatkan ikan lele baik yang ukuran sedang maupun ukuran besar. Sebagian lagi mendapatkan ikan bawal sebesar telapak anak-anak. "Alhamdulillah dapat ikan lele cukup besar," ucap seorang pemancing yang berhasil mendapatkan seekor ikan lele cukup besar.

Mancing gratis sebagai rangkaian kegiatan memperingati peristiwa bersejarah Amanat 5 September 1945 yaitu bergabungnya Kasultanan Ngayogyakarta dan Kadipaten Pakualaman ke pangkuan Republik Indonesia serta mengenang jasa besar swargi Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang telah membangun Selokan Mataram yang memiliki kegunaan meluas bagi masyarakat ini sangat meriah. Sebab, selain pemancing, ribuan masyarakat untuk hadir menyaksikan acara mancing gratis. Mereka duduk-duduk di tepi Selokan Mataram sambil melihat para pemancing yang dengan sabar menunggu umpan yang dilepas dimakan ikan.

Mereka pun dengan tertib memarkir kendaraan, sebagian besar sepeda motor, di tepi jalan dan sebagian lagi halaman pekarangan warga sekitar. Bahkan ada warga yang menyediakan jasa parkir di halaman rumah dengan tarif Rp 5.000 untuk sepeda motor.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Rejomulia Kyai Haji Masrur Ahmad MZ dalam rilis yang dikirim ke redaksi bernas.id, Jumat (7/9/2018) mengatakan, pihaknya menyebar 10 ton ikan lele di 14 titik spot pemancingan di sepanjang lebih dari 20 kilometer Selokan Mataram mulai dari Banyurejo Tempel hingga Sanggrahan Maguwo. Ada 14 spot pemancingan yakni Banyurejo, Beluran, Barongan, Mayangan, Margoluwih, Kutu Asem, Kutu Dukuh, Barek UGM, Pringwulung, Pringgolayan, Kledokan, Babarsari, Pugeran dan Sanggrahan Maguwo. Dan sesuai prediksi, peminat mancing yang terbuka untuk umum, gratis, tidak perlu mendaftar, tidak dilombakan dan tidak dibatasi waktu itu membludak. (lip)

 

 


Penulis : Penulis
Editor : Editor