Bursa Mobil Bekas WOBS Tidak Terpengaruh oleh Kenaikan Nilai Dollar

09 September 2018

Bernas.id -- Kenaikan nilai mata uang dollar saat ini dan menjadi heboh dalam kancah perpolitikan jelang Pilpres 2019, ternyata tidak mempengaruhi animo masyarakat dalam membeli mobil bekas pakai maupun dalam penjualannya, di Wisata Oto Bursa Sleman (WOBS), di ruas jalan Ex PJKA Denggung, Tridadi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kenaikan nilai mata uang dollar tidak berpengaruh dalam penjualan maupun pembelian mobil bekas pakai di Wisata Oto Bursa Sleman. Bahkan setiap minggunya peserta atau yang menjual mobil justru ada peningkatan, atau mungkin keberadaan WOBS tempatnya strategis dan nyaman. Justru kenaikan BBM ada pengaruh dalam perubahan bursa mobil di sini, terutama jenis mobil yang dipajang,” kata Ketua Paguyuban WOBS, H Kabul Muji Basuki, ketika ditemui Bernas.id, Minggu (09/09/2018), di Kantor Sekretariat WOBS.

Wisata Oto Bursa Sleman (WOBS) dibuka kembali oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, pada bulan April 2017 lalu yang sebelumnya pernah pasif dikarenakan kalah pamor dengan yang berada di Halaman TVRI Jogja. Sebelumnya kegiatan bursa mobil bekas pakai setiap hari Minggu ini, bernama Wisata Auto Bursa Yogyakarta (WABY) kemudian di-rebranding oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, berganti nama WOBS yang lebih keren. Konsepnya tetap sama, yaitu memadukan bursa mobil bekas pakai (seken), wisata keluarga dan kuliner.

Selanjutnya, sebagai bentuk legalitas kegiatan WOBS telah mengantungi ijin dari dinas terkait, yaitu, ijin rekomendasi penggunaan jalan dari Polres Sleman, Nomer: B/209/IX/2017, ijin pengelolaan jalan untuk parkir dari Dinas Perhubungan Sleman, Nomer: 974/PHB/TJU/SLEMAN/2018/19, dan ijin kegiatan oto bursa dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Nomer: 510/00746.

“Rata-rata penyelenggaraan WOBS setiap hari Minggu, mobil laku terjual ada 25 mobil. Mobil yang termahal dijual hari ini (Minggu 9/9), mobil Pajero Sport Dakar 2013 dibandrol oleh pemiliknya Rp 350 juta nego dan mobil termurah sedan Dahiatsu Classy Rp 28 juta. Biaya kepesertaan juga tidak berubah masih tetap Rp 20 ribu, dengan fasilitas tempat parkir display mobil, label harga, dan iklan melalui pengeras suara (adlips) sebanyak tiga kali,”imbuh H Kabul Muji Basuki, selaku Ketua Paguyuban WOBS, yang juga sebagai Lurah Tridadi, Sleman.

Sementara ruas jalan Ex PJKA Denggung, Tridadi, Sleman, apabila dijejali parkir mobil secara berderet bisa menampung lebih dari 500 mobil. Hal itu, oleh petugas WOBS pernah dicoba pada masa promosi gratis biaya parkir kepersertaan. Untuk antisipasi lonjakan peserta WOBS setiap minggunya, selain dibagi dengan sistem blok A-F, setiap bloknya menampung sekitar 50 mobil. Juga disiapkan blok baru G-H berupa hamparan tanah di ujung jalan sebelah barat yang diberi nama “Bukit Cinta”. (ted)


Penulis : Tedi
Editor : Editor