Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Organisasi Perempuan Siap Digelar di Jogja

11 September 2018

Bernas.id - Ribuan tokoh perempuan dunia dan Indonesia berkumpul di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta pada 11 hingga 20 September 2018 untuk acara Sidang Umum ke-35 ICW (International Council of Women), organisasi perempuan dunia dalam naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia.

"Ini salah satu kepercayaan dunia kepada Indonesia selaku tuan rumah.Pelaksanaannya harus sukses," kata Ketua Panitia Gatot Subagio saat mengecek persiapan tempat acara di Hotel Grand Inna Malioboro.

Presiden ICW Kim Jun-sook dari Korea Selatan, termasuk delegasi dari berbagai negara, serta organisasi perempuan dari berbagai daerah sudah berdatangan di Yogyakarta.

Gatot yang juga Sekretaris Perusahaan PT Patra Jasa mengecek persiapan tenda besar di halaman hotel yang akan menjadi tempat bagi upacara pembukaan yang akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Selain itu juga mengecek sejumlah ruangan yang menjadi tempat pertemuan, termasuk kesiapan media center yang dikelola Perum LKBN Antara dan PT Telekomunikasi Indonesia.

Gatot menyampaikan persiapan akhir acara itu didampingi oleh Wakil Ketua Palaksana III Bidang Substansi dan Komunikasi Pramasaleh Hario Utomo dan Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri Hadriani Uli Silalahi.

Rangkaian acara didahului dengan Pertemuan Dewan Direktur ICW pada 11-12 September 2018, Pembukaan Sidang Umum ke-35 ICW pada 13 September 2018, Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia pada 13-14 September 2018, Upacara Pembukaan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 September 2018, pelaksanaan sidang-sidang dalam Sidang Umum ke-35 pada 14-18 September 2018, berkunjung ke Balai Ekonomi Desa pada 18-19 September 2018 di sekitar kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dan Pertemuan Dewan Direktur Baru ICW pada 20 September 2018.

Acara itu diselenggarakan oleh ICW dan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bekerja sama dengan Kementerian BUMN dan didukung penuh oleh 35 BUMN yang terlibat secara langsung menyukseskan acara, termasuk Perum LKBN Antara.

Sidang Umum ke-35 ICW bertema "Tranforming Society Through Women Empowerement"(Mentransformasi Masyarakat Melalui Pemberdayaan Perempuan) dengan sambutan pembukaan oleh Presiden ICW Junsook Kim pada 13 September 2018 dan pada hari yang bersamaan, Menteri BUMN Rini Soemarno.

Kabid Hubungan Luar Negeri Kowani Hadriani Uli Silalahi menyebutkan Junsook Kim tiba di Yogyakarta pada Senin pukul 19.40 WIB.

Sementara Gatot menyebutkan Menteri BUMN sudah berada di tempat acara pada Rabu (13/9) pagi.

Uli Silalahi menambahkan Sidang Umum ke-35 ICW ini juga akan memilih Dewan Direktur yang baru untuk kepemimpinan tiga tahun ke depan dan Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo menjadi salah satu kandidat Dewan Direktur ICW.

Deklarasi

Sidang Umum ke-35 ICW ini bertepatan dengan peringatan 130 tahun ICW, yang berdiri di Washington DC, Amerika Serikat, pada 25 Maret 1888. Misi ICW antara lain memperjuangkan kemajuan perempuan. ICW adalah bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sangat peduli terhadap pemberdayaan perempuan.

Kowani telah bergabung dalam ICW sejak 1972 dan selalu turut aktif mendukung seluruh kegiatan ICW/UN Women dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui berbagai kegiatan.

Pameran Pasar Rakyat Nusantara juga memeriahkan perhelatan Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia, berisi berbagai macam produk busana, garmen tradisional, aksesoris busana, perhiasan, kerajinan, dan makanan dalam kemasan, hasil produksi berbagai usaha kecil dan menengah (UKM), binaan dari BUMN.

Data Kementerian Koperasi dan UKM 2015 menunjukkan, terdapat 13.645 koperasi wanita di Indonesia, sekitar 60 persen dari 52 juta  UMKM dijalankan oleh perempuan.

Sementara itu, data Asia Foundation menunjukkan sekitar 23 persen pengusaha di Asia dari kalangan perempuan dan tumbuh delapan persen tiap tahun.

Produk seni dan kerajinan yang dipamerkan merupakan produk terbaik, memiliki identitas produk asli Indonesia, memiliki beragam corak desain dan ukuran serta warna pilihan, berkualitas ekspor, bersertifikat untuk produk kerajinan kayu dan kulit, dan memiliki stok yang cukup.

Pengunjung pameran dapat memesan secara online produk yang diinginkan dan setelah dilakukan pembayaran, akan dilakukan pengiriman barang. Sistem ini dikenal dengan O2O (online to offline).

Rumah Kreatif BUMN (RKB) menyediakan berbagai fasilitas bagi setiap pelaku UKM dan membantu melakukan digitalisasi produk dan proses usaha di tempat digitalisasi dan e-commerce online dengan membimbing bagaimana cara listing di Blanja.com, SEO (Search Engine Optimization) dan promosi melalui social media. RKB merupakan wadah bagi langkah kolaborasi BUMN dalam membentuk "digital economy ecosystem" melalui pembinaan bagi UKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UKM.

Saat mengunjungi Balkondes, para peserta juga dapat menyaksikan kehidupan perekonomian di tingkat desa.

Ke-20 Balkondes milik BUMN yang ada di sekitar tempat wisata Candi Borobudur adalah Balkondes Bigaran (Taman Wisata Candi), Balkondes Borobudur (Taman Wisata Candi), Balkondes Bumiharjo (Pembangunan Perumahan), Balkondes Candirejo (Semen Indonesia), Balkondes Giripurno (Taman Wisata Candi), dan Balkondes Giritengah (Jasa Raharja).

Kemudian Kembanglimus (Patra Jasa),  Balkondes Karanganyar (Bank BTN), Balkondes Karangrejo (PGN), Balkondes Kebonsari (Hutama Karya), Balkondes Kenalan (Bank Mandiri), Balkondes Majaksingi Desa Singkober (Jasa Marga), dan Balkondes "The Gade Village di Desa Ngargogondo (Pegadaian).

Selanjutnya Balkondes Ngadiharjo (PLN), Balkondes Sambeng (Patra Jasa), Balkondes Duta Menor Desa Tanjungsari (Bank BRI), Balkondes Tegalarum (Angkasa Pura II), Balkondes Tuksongo (Telkom), Balkondes Wanurejo (Bank BNI), dan Balkondes Wringinputih (Pertamina).

Gatot menyatakan bahwa acara tersebut juga akan menghasilkan deklarasi yang dijadwalkan dibacakan di Balkondes pada 19 September 2018.(*/jat)


Penulis : Penulis
Editor : Editor