UNU Yogyakarta Gelar Ormaba 2018

11 September 2018

Bernas.id - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta mengelar orientasi mahasiwa baru (Ormaba) 2018 gelombang pertama yang berlangsung dari tanggal 10-13 September 2018.

Kegiatan ini sebagai bagian dari tradisi atau prosesi penyambutan mahasiwa baru. Ormaba 2018 mengambil tema “Transformasi Peran dan Fungsi Mahasiswa untuk Membangun Sociopreneur”.

Dalam tahun ajaran 2018/2019 UNU Yogyakarta menerima tidak kurang 300 mahasiswa baru, yang terdiri dari 11 jurusan diantaranya, Akuntansi, Agribisnis, Farmasi, Teknologi Hasil Pertanian, Manajamen, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Teknik Elektro, Informatika, Teknik Komputer, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Studi Islam Interdisipliner.

Rektor UNU Yogyakarta, Prof Dr Purwo Santoso, MA, dalam sambutannya meminta para mahasiswa baru 2018 bisa menjadikan Ormaba sebagai titik awal dari proses pembelajaran yang pada akhirnya akan bisa menjadikan mahasiswa sebagai insan kamil sekaligus menjadi manusia yang sempurna sesuai harapan para kiai yang telah membesarkan UNU selama ini.

Untuk itu, menurut Prof Purwo, para mahasiswa harus bisa mengedepankan semboyan yang ada di UNU yakni, Bridging, Contextual, dan Innovation. Untuk Bridging, para mahasiswa UNU Yogyakarta harus bisa menjembatani tradisi pondok pesantren dengan perguruan tinggi, sehingga kemudian antara fakultas, kampus dan pondok pesantren bisa menjadi satu kesatuan. Dengan begitu, karakter dari akhlak santri akan dapat terus dipelihara dengan baik.

"Semisalnya, dalam proses pembelajaran Akuntansi para mahasiswa Akuntansi UNU tentulah tidak hanya berfikir soal untung rugi, akan tetapi juga aspek halal-haram dan kejujuran dalam bidang Akuntansi. Artinya, tetap ada akhlak santri yang dikedepankan sebagai karakter utama dari mahasiswa UNU Yogyakarta. Dengan demikian, para mahasiswa tidak kehilangan roh spritualitasnya dalam setiap kelimuan yang ia pelajari,” imbuhnya.

Untuk Contextual, menurut Prof Purwo, para mahasiswa baru harus bisa peka dan peduli terhadap permasalahan yang terjadi dalam jamaah NU dan tentunya bisa turut memberikan kontribusi solusi terbaik bagi warga Nadhliyin. "Itu mengapa kemudian UNU Yogyakarta mengadopsi pembejalaran sistem Blok agar para mahasiswa dapat semakin mengenal permasalahan yang terjadi pada jamaah Nahdliyin secara langsung," imbuhnya.

Sedangkan, untuk Innovation, Prof Purwo menjelaskan bahwa para mahasiswa akan dibekali berbagai kemampuan tambahan, seperti entrepreneurship, penelitian dan 
teknologi informasi dengan tidak meninggalkan karakter Ngaji sebagai kader NU. "Dengan demikian para mahasiswa akan bisa tampil inovatif dalam upaya memberikan kontribusi nyata dalam jamaah dan tentunya dalam bidang keilmuan yang digeluti masing-masing,” tambahnya.

Selain itu, Rektor Purwo menyatakan bahwa saat ini UNU Yogyakarta, mengelar kelas 
kerjasama dengan sejumlah Pondok Pesantren di wilayah Yogyakarta seperti Pondok Pesantren Al Mumtaz Gunungkidul, Pondok Pesantren di wilayah Mlangi, serta Kulonprogo. Tujuannya untuk bisa menghasilkan pendidikan perguruan tinggi yang tentunya berbasis pesantren dan tumbuh dari akar pondok pesantren. Dengan demikian, akan ada Ormaba gelombang kedua yang merupakan hasil kerjasama dengan sejumlah pondok pesantren di wilayah Yogyakarta.

Terakhir, Rektor UNU Yogyakarta berpesan kepada para mahasiswa baru agar dapat mengikuti tiga level pembelajaran, yakni kegiatan kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra-
kurikuler dengan baik. Langkah itu bisa ditempuh salah satunya dengan aktif di berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM) sesuai minat dan bakatnya masing-masing. Dengan begitu, standarisasi yang ingin dicapai agar para mahasiswa ke depan dapat lebih inovatif, visioner, lebih islami dan lebih NU bisa segera terwujud. (*/jat)


Penulis : Penulis
Editor : Editor