Festival Seni Budaya Wedangan #1 Digelar di Plaza Ngasem

11 September 2018

Bernas.id -- Festival Seni Budaya Wedangan (FSBW)#1, dengan kegiatan utama Bazar 2018 di dalamnya berupa pameran seni rupa, kerajinan, dan kuliner, kegiatan ini kali pertamanya diselenggarakan di Plaza Ngasem, Yogyakarta. Menurut rencana kegiatan yang akan dibuka oleh Waki Walikota Kota Yogyakarta, Selasa, 11 September 2018 malam, digelar selama 10 hari, dari tanggal 11-20 September 2018.

Hal itu, disampaikan oleh Slamet Riyanto, selaku Divisi Pertunjukan kepada Bernas.id, Selasa (11/09/2018), di Plaza Ngasem, di sela-sela persiapan penyelenggaraan pembukaan kegiatan bazar dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Romo Gondo, oleh Dalang Ki Sugiyanto.

“Kegiatan pagelaran seni semacam ini, terutama pameran lukis sudah kami lakukan 14 kali dengan berpindah-pindah tempat dan terakhir di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada bulan April 2017 lalu, setidaknya dua kali setiap tahunnya kami berswadaya atau patungan bikin pagelaran. Dan kali pertamanya kegiatan dari Kelompok Wedangan diselenggarakan di Plaza Ngasem, mendapat dukungan dari pemerintah daerah,” jelas Slamet Riyanto.

Kegiatan Festival Seni Budaya Wedangan #1, yang didukung oleh Dinas Kebudayaan DIY, menampilkan, pameran lukisan dari beberapa pelukis dari Yogyakarta, kerajinan rakyat, dan kuliner. Sedangkan malam harinya ditampilkan aneka hiburan, dari wayang kulit, jathilan, angguk, tari klasik, pantomime, dan puisi tari. Juga hiburan aneka musik, dari musik rebana, musik balada, serta band yang beraliran musik dari reggae, klasik rock, hingga musik pop koesplusan.

Sementara, Kelompok Wedangan yang bermarkas di Jalan Polowijan, Yogyakarta, tepatnya depan Pasar Ngasem ini, adalah kelompok seniman Yogyakarta yang didirikan sebelas tahun lalu, oleh Slamet Riyanto, Bambang Sungkono Wijoyo, Naima Farid, dan Totok Sugiyanto. Keempat tokoh pendiri tersebut merupakan alumni dari Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), kini menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

“Diberi nama Kelompok Wedangan, karena kami sering kumpul-kumpul sambil wedangan (red, minum teh) di angkringan atau di warung-warung manapun yang cocok untuk ngumpul. Wedangan sendiri mempunyai filosofi ngawe kadang atau mengajak bersahabat. Dan yang bergabung tidak hanya seniman lukis saja, maka Kelompok Wedangan ini terbagi beberapa divisi kesenian, ada seni rupa, musik,tari dan teater, serta sastra,”ujar Slamet Riyanto.

Selain itu, Slamet Riyanto dan teman-teman seniman dari Kelompok Wedangan, berharap, kegiatan di Plaza Ngasem ini bisa menjadi pemantik, agar pemerintah daerah lebih memperhatikan lagi nasib para seniman, setidaknya kemudahan fasilitas pameran atau semacam pasar seni seperti yang pernah dijanjikan.

“Juga diharapkan adanya dukungan dari pihak swasta sebagai sponsorship dalam setiap penyelenggaraan kegiatan semacam FSBW ini. Sehingga seniman lukis khususnya dan para pekerja seni lainnya, bisa lebih sering memamerkan atau promosi karya-karyanya dan berdampak ada interasksi positif dengan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung,”pungkasnya. (ted)


Penulis : Tedi
Editor : Editor