Ada Pasar Rakyat Nusantara dalam Sidang Umum ke-35 ICW di Yogyakarta

11 September 2018

Bernas.id - Banyak kemeriahan dalam penyelenggaraan Sidang Umum ke-35 ICW (International Council of Women) dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, pada 11-20 September 2018. Salah satunya, Pameran dan Pasar Rakyat Nusantara  yang digelar di lobi hotel itu.

Pameran dan Pasar Rakyat Nusantara berisi berbagai macam produk busana, garmen tradisional, aksesoris busana, perhiasan, kerajinan, dan makanan dalam kemasan, hasil produksi berbagai usaha kecil dan menengah (UKM), binaan dari BUMN-BUMN.

Pasar Rakyat Nusantara memamerkan ratusan produk UKM dari Sabang sampai Merauke.

Ketua Bidang Pameran, Venue, dan Akomodasi Panitia Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Nasional Seribu Oganisasi Perempuan Indonesia, Renny Soviahani, di Yogyakarta, Selasa, menyebutkan penyelenggaraan Pameran dan Pasar Rakyat Nusantara didukung oleh 35 BUMN melalui masing-masing UKM binaan.

"Penyelenggaraan acara berskala internasional ini menjadi kesempatan kami untuk membantu mengangkat potensi produk UKM nasional," kata Renny yang juga Direktur Utama PT Pesonna Indonesia Jaya.

Menurut Renny, Pameran dan Pasar Rakyat Nusantara  terdiri atas tiga kelompok tenan yaitu fesyen, kuliner, dan artwork atau kerajinan dengan produk-produk yang telah terseleksi baik dari sisi kualitas maupun kelayakan jual.

Aneka produk yang dijual, untuk fesyen, mulai dari batik, songket, hingga aneka aksesoris dengan desain khas dari 34 provinsi dan berkualitas ekspor. Sedangkan untuk kuliner sebagian besar adalah aneka makanan kering, kecuali produk Kopi Papua yang secara khusus bisa langsung dinikmati pengunjung dengan dilayani para barista Papua yang didatangkan langsung di lokasi penjualan.

"Harga produknya beragam untuk kerajinan dan fesyen mulai yang termurah Rp50 ribu dan yang termahal bisa mencapai Rp200 juta. Bisa dibeli secara langsung atau bisa ditindaklanjuti melalui toko online Blanja.com," kata Renny.

Mengingat ribuan tamu dan delegasi dari luar negeri akan hadir dalam Sidang Umum ke-35 ICW, Renny optimistis minimal 70 persen produk UKM bisa terjual dalam Pasar Rakyat Nusantara.

"Saya berani menargetkan karena potensi pasarnya besar sekali. Bayangkan nanti ada tamu tidak kurang dari 1.500 orang dari domestik, dan 200 orang delegasi dari 44 negara," kata dia.

Ia berharap para tamu dan pengunjung yang hendak membeli produk di Pasar Rakyat Nusantara lebih mengutamakan transaksi pembayaran secara digital atau nontunai. Sejumlah bank yang terhimpun dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) siap mendukung fasilitas mesin electronic data capture (EDC) untuk pembayaran nontunai.

"Sehingga untuk transaksi di Pasar Rakyat Nusantara ini memang kami usahakan semuanya 'cashless', meskipun yang ingin bertransaksi secara tunai tetap kami layani," kata dia.

Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2015, terdapat 13.645 koperasi wanita di Indonesia, sekitar 60 persen dari 52 juta pelaku UMKM dijalankan oleh perempuan. Sementara data Asia Foundation menunjukkan sekitar 23 persen pengusaha di Asia dari kalangan perempuan dan tumbuh delapan persen tiap tahun.

Produk seni dan kerajinan yang dipamerkan merupakan produk terbaik, memiliki identitas produk asli Indonesia, memiliki beragam corak desain dan ukuran serta warna pilihan, berkualitas ekspor, bersertifikat untuk produk kerajinan kayu dan kulit, dan memiliki stok yang cukup.

Pengunjung Pameran dan Pasar Rakyat Nusantara dapat memesan secara online produk yang diinginkan dan setelah dilakukan pembayaran maka dilakukan pengiriman barang. Sistem ini dikenal dengan O2O (online to offline).

Rumah Kreatif BUMN (RKB) menyediakan berbagai fasilitas bagi setiap pelaku UKM dan membantu melakukan digitalisasi produk dan proses usaha di tempat digitalisasi dan e-commerce online dengan membimbing bagaimana cara listing di Blanja.com, SEO (Search Engine Optimization) dan promosi melalui social media. RKB merupakan wadah bagi langkah kolaborasi BUMN dalam membentuk "digital economy ecosystem" melalui pembinaan bagi UKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas.(*/jat)


Penulis : Penulis
Editor : Editor