Aksi Vandalisme Masih Marak dan Belum Ada Perdanya di Sleman

11 September 2018

Bernas.id - Aksi corat-coret atau vandalisme fasilitas umum di Wilayah Kabupaten Sleman masih marak terjadi.  Aksi vandalisme yang paling menonjol terlihat ada di kawasan jembatan layang (fly over) yang ada di wilayah Jombor, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa 11 September 2018.

Selain itu, juga terlihat perempatan atau pertigaan di wilayah Sleman, seperti Kamdanen dan lokasi-lokasi lainnya. Jurnalis Bernas sendiri juga menemukan aksi vandalisme di area sisi utara kompleks perkantoran, Balai Perlindungan dan Rehabiltasi Sosial Remaja dari Dinas Sosial, Kabupaten Sleman.

Ketika ditanyakan tentang aksi vandalisme, Edi Santoso, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kabupaten Sleman mengatakan bahwa pihaknya belum memiliki peraturan daerah atau perda terkait vandalisme. “Kami itu belum punya perda tentang itu, tapi sekalian patroli, kami sambangi. Dia (pelaku vandalisme-red) itu kan tidak terdeteksi karena pakai tas, pas sepi melakukan corat-coret. Susah melacaknya juga,” katanya kepada Bernas.id ketika ditemui di kantornya, Senin 10 September 2018.

Edi pun bercerita bahwa pernah terjadi di tempat lain, kampung, pelaku vandalisme yang tertangkap warga terus langsung diperintah untuk membersihkannya. “Untuk mengejarnya susah, kita pas patroli, dia (pelaku vandalisme-red) nggak. Kebanyakan anak-anak sekolah,” ujarnya.

“Satu sisi, geng-geng banyak, padahal di Polres itu sudah punya program patroli malam kalau ada kerumunan orang akan diusir, dibubarkan,” imbuhnya.

Untuk meredam aksi vandalsime, Edi pun akan menggiatkan patroli. “Ya menggiatkan patroli di tingkat kecamatan/kabupaten. Menggiatkan patroli dan meningkatkan kepedulian masyarakat sekitar itu. Kan ada Jaga Warga, harapan kami digalakkan untuk meredam vandalisme di wilayah masing-masing,” pungkasnya. (jat)


Penulis : Penulis
Editor : Editor