Berita Nasional Terpercaya

Kembalikan Kejayaan ?Kopi Merapi

0

    SLEMAN, HarianBernas.com — Puncak perayaan 11 tahun Kedai Kopi Espresso Bar di lapangan desa wisata Petung, Kepuhrejo, Cangkringan, Sleman mengusung tema Kopi Merapi: Sejarah dan masa depan istimewa. Desa wisata Petung ini dulunya merupakan perkebunan kopi Robusta dan Arabika. Erupsi merapi tahun 2015 silam memenuhi desa ini dengan material-material vulkanik. sehingga tak heran jika warga mengungsi ke desa terdekat. 
    “Diadakannya puncak perayaan 11 tahun Kedai Kopi Esspresso Bar di desa ini adalah salah satu cara untuk mengembalikan kejayaan Kopi Merapi, kopi asli Yogyakarta. Kami merasa berhutang pada kota Yogyakarta. Di kota inilah kami tumbuh dan berkembang hingga memiliki 14 outlet di 7 daerah berbeda,” kata Denny Nailment, ketua acara perayaan 11 tahun Kedai Kopi Esspresso Bar.
    Perayaan ini disambut positif oleh warga. Melalui Ketua KUB Kebun Makmur, Sumidjo, Amd, disampaikan bahwa besar harapan bagi warga desa Petung terhadap penananaman kembali perkebunan kopi di desa Petung ini. Desa yang masuk dalam KRM (Kawasan Rawan Bencana ) ini, merupakan kawasan yang subur untuk perkebunan kopi. “Tanaman kopi tidak hanya menjadi sumber penghasilan, namun juga sebagai resapan air. Kami harap pemerintah daerah memberi dukungan yang positif terhadap desa kami,” tambah Sumidjo.
    Puncak perayaan ini dibuka dengan pemberian bibit kopi oleh PT. Taman Delta Indonesia ke pada warga desa. Benih kopi yang diberikan adalah benih kopi jenis S795 yang memiliki karakter rasa enak, harum dan manis. Benih kopi yang mampu hidup hingga 50 tahun ini, bisa ditanam di mana saja. Bahkan di daerah yang kurang subur pun, kopi ini dapat tumbuh dengan baik. Penyerahan benih kopi secara simbolis dilakukan oleh Syafrudin, perwakilan dari AKSI ( Asosiasi Kopi Spesial Indonesia), kepada Sumidjo. 
    Setelah pengguntingan pita oleh Siswanto Budi Prasojo, acara dilanjutkan dengan penanaman 70 bibit kopi di beberapa titik di desa Petung. Bibit-bibit tersebut diharapkan dapat menjadi cikal bakal bangkitnya kembali perkebunan kopi di desa Petung. 
    Menjelang tengah hari, acara berlanjut dengan perlombaan latte art dan donor darah massal. Dalam perlombaan latte art yang diikuti 48 barista tersebut, para peserta diminta untuk beraksi di depan mesin esspresso. Tingkat kesulitan dan estetika karya menjadi kategori utama untuk menentukan juara. 
    Puncak perayaan 11 tahun Kedai Kopi Espresso Bar ini, ditutup dengan pengajian bersama cak Nun dan Kiai Kanjeng. Pengajian ini diikuti oleh warga sekitar desa Petung dan sebagian dari berbagai tempat di berbagai tempat di Jogja.(galih wijaya)

Leave A Reply

Your email address will not be published.