Berita Nasional Terpercaya

Strategi Pembangunan Picu Masalah Sosial

0

 

SLEMAN, HarianBernas.com–Kemajuan pembangunan di Kabupaten Sleman ternyata masih menyisakan masalah. Salah satu yang menjadi tantangan Sleman ke depan adalah permasalahan sosial.

Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Forum Pemantau Indepanden Kabupaten Sleman (FORPI) , Selasa (3/11).

Hempry Suyatno, Anggota FORPI Sleman yang menjadi narasumber menyampaikan, kemajuan pembangunan dapat dilihat dari berbagai faktor dan salah satunya kondisi pembangunan sosial.

Baca juga: Rumah Joglo, Rumah Adat Jawa yang Memiliki Banyak Keunikan

Pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya menjadi bagian penting untuk mewujudkan pembangunan berkeadilan dan berkelanjutan.

Hempry mengatakan realita yang terjadi, pembangunan sosial sering terpinggirkan di tengah kemajuan pembangunan fisik. Kondisi ini berakibat pembangunan secara keseluruhan justru menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial.

Hempry mencontohkan, pada tahun 2015 tercatat beberapa peristiwa gangguan keamanan sosial dan budaya di Kabupaten Sleman. Diantara persoalan social yang muncul, antara lain dipicu oleh berdirinya cafe-cafe, tempat hiburan dan berbagai bentuk kehidupan malam di Kabupaten Sleman.

“Terjadinya tindak kekerasan dan tawuran antar remaja, meninggalnya mahasiswa di kamar kosnya, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan maraknya salon plus juga menjadi catatan permasalahan di Sleman,” kata Hempry.

Selain itu berbagai isu-isu sosial juga perlu mendapatkan perhatian yaitu anak jalanan, disabilitas, kesetaraan gender, penanganan lansia, kasus pernikahan dini dan juga isu intoleransi antar umat beragama.

Menurut Hempry berbagai hal ini menjadi tantangan bagi pembangunan di Sleman ke depan. Siapa pun nanti yang akan terpilih menjadi pimpinan Sleman harus menaruh perhatian terhadap permasalahan sosial dan budaya tersebut. Perhatian terhadap permasalahan sosial ini penting agar pembangunan Sleman tidak terjadi ketimpangan.

Sementara itu Kepala Bidang Sosial Pemerintahan Bappeda Sleman, Pranama mengatakan bahwa Sleman masih memiliki isu-isu strategis di bidang sosial yang perlu mendapatkan penanganan. Isu-isu strategis bidang sosial itu di antaranya adalah penduduk miskin, kasus HIV/AIDS yang meningkat, perkembangan kos eksklusif, maraknya pusat hiburan malam, PSK terselubung yang berseberangan dengan status Sleman sebagai pusat pendidikan, pariwisata dan budaya serta melemahnya nilai-nilai gotong royong dan pluralitas. Permasalahan sosial ini diakui Pranama merupakan tantangan pembangunan Sleman ke depan. Sebagai tindak lanjut, menurut Pranama berbagai permasalahan ini telah menjadi masukan dalam menyusun perencanaan pembangunan Sleman di masa yang akan datang. (nil)

Baca juga: Mengenal Keunikan Rumah Adat Jambi yang Memiliki Ukiran Eksotik

Leave A Reply

Your email address will not be published.