Berita Nasional Terpercaya

Pekerja ke Batam Meningkat

0

WATES– Batam masih menjadi tujuan favorit bagi angkatan kerja produktif. Untuk tahun ini saja, sudah ada 800 tenaga kerja muda yang menjadikan Batam sebagai tujuan pekerjaan.

Menurut Heri Darmawan, Kepala Bidang Tenaga Kerja – Dinsosnakertrans Kulonprogo, tahun ini ada peningkatan pengiriman tenaga kerja yang diberangkatkan ke Batam.

Tahun 2014 lalu, jumlah pekerja yang diberangkatkan ke Batam mencapai 500 orang. Sedangkan tahun 2015, sampai dengan Oktober ini, sudah 800 tenaga kerja yang berangkat.

?Setiap minggu pasti ada yang berangkat dari Kulonprogo,? ujar  Heri.

Menurut Heri, dari perbincangan dengan mereka yang memutuskan berangkat ke Batam, standar gaji yang tinggi menjadi alasan utama bagi para pencari kerja pergi ke Batam.

?Setiap tenaga kerja di Batam, sebulan bisa memperoleh penghasilan hingga Rp5 juta. Sementara di Kulonprogo, Upah Minimum Kabupaten (UMK) hanya sekitar Rp1,286 juta,? tuturnya.

Banyaknya tenaga kerja asal Kulonprogo yang pergi ke Batam, juga tidak lepas dari peran dinas yang aktif melakukan pendekatan kepada sejumlah perusahaan yang ada di sana. Sebagian besar perusahaan tersebut bergerak di bidang elektronika dan kesehatan.

?Kepada calon tenaga kerja, dinas hanya memfasilitasi. Proses seleksi yang dilaksanakan di Kulonprogo ini bisa mengurangi angka pengangguran di Kulonprogo,? tuturnya.

Menurut perkiraan Heri, jumlah pekerja yang berangkat ke Batam akan terus bertambah. Ada beberapa perusahaan yang langsung melakukan rekruitmen melalui sekolah-sekolah yang memiliki Bursa Kerja Khusus (BKK).

Dikatakannya juga bahwa angka pengangguran di DIY sendiri cukup fluktuatif antara 2,1 hingga 4 persen dari jumlah penduduk, sedangkan di Kulonprogo angka pengangguran sekitar 2,88 persen. Dampak krisis global dan nilai tukar dolar yang tinggi membuat banyak perusahaan kolaps. Bahkan di Bantul, ada beberapa perusahaan yang sampai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

?Di Kulonprogo, relatif masih aman dari PHK,? tuturnya.

Rudisia Putri, salah seorang calon pekerja,  mengaku tertarik ke Batam karena gaji awal bisa mencapai Rp2,7 juta. Gadis manis ini akan bekerja pada perusahaan yang bergerak pada bidang kesehatan.

?Di sini tidak ada perusahaan yang bisa menggaji sebanyak itu,? menurut Rudisia. Ia mengaku  pernah bekerja di sebuah pabrik boneka di Bantul. Untuk peningkatan ekonomi, dia tertantang untuk merantau.

“Toh ini masih di Indonesia, tak perlu keluar negeri,? imbuhnya. (wid)

Leave A Reply

Your email address will not be published.