Berita Nasional Terpercaya

TNI sweeping mainan berlogo PKI

0

FOTO:

SWEEPING MAINAN: Komandan Kodim (Dandim) 0729/Bantul, Letkol (Kav) Tumadi. S.Sos., menunjukkan hasil sweeping mainan berlambang komunis, Selasa (3/11). Sweeping dilakukan di dua toko mainan.

SARIYATI/HARIAN BERNAS

 

BANTUL? Anggota Kodim 0729/Bantul melakukan sweeping terhadap mainan  anak-anak yang berbau komunis, Selasa (3/11). Ada dua titik yang menjadi sasaran, yakni toko di wilayah Ngipik, Desa Baturetno, Kec. Banguntapan dan toko mainan di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Bantul. Dari dua tempat tersebut, anggota TNI menyita empat  dus mainan berbahan plastik berkarakter tentara, di mana pada dus mainan juga dilengkapi dengan bendera mini Uni Soviet, negara komunis yang telah runtuh di tahun 1992.

Pada bendera berwarna merah  itu, terdapat lambang palu-arit yang identik dengan lambang PKI, yang merupakan ormas terlarang, karena ingin menggantikan dasar Negara Indonesia di masa lampau. Selain lambang komunis, ada juga gambar bintang berwarna kuning.

Sebenarnya ada 27 dus mainan yang ada bendera Uni Soviet, namun yang disita hanya 4 dus, sedangkan untuk 23  dus mainan lain hanya disita benderanya saja. Hebohnya mainan ini sendiri  sudah menyebar sejak sehari sebelumnya, baik lewat jaringan medsos, jaringan WA ataupun BB.

?Kita melakukan sweeping karena ada  informasi tersebut, dan kami tidak ingin ada  paham komunisme yang menyusup lewat mainan yang dijual. Pedagang sendiri mengaku tidak tahu jika mainan yang mereka jual ada logo terlarang,?kata Dandim 0729/Bantul, Letkol.(kav) Tumadi S.Sos di kantornya usai sweeping.

Tumadi menegaskan, peperangan di era sekarang ini tidak hanya dengan mengangkat senjata. Tetapi peperangan modern jauh lebih komplek, karena menggunakan beragam cara. Termasuk diantaranya, memanfaatkan mainan untuk memperkenalkan simbol-simbol komunisme kepada anak-anak. Dikhawatirkan jika simbol itu menarik anak-anak untuk meniru dan lama-kelamaan mereka akan mencari tahu mengenai logo tersebut dan pahamnya.

?Agar kejadian ini seperti ini  tidak terulang, saya berharap pemerintah melakukan filter ganda terutama terhadap produk impor. Apalagi Indonesia juga akan menjadi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di mana produk dari luar begitu mudah membanjiri Indonesia. Sehingga jangan sampai simbol-simbol begini bermunculan,? tandasnya.

 Secara terpisah Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072 Pamungkas, Mayor(Inf) Munasik, S.Ag. membenarkan ditemukannya lambang palu-arit dalam mainan anak di Bantul tersebut.

?Begitu mendapat informasi , Korem segera melakukan penyisiran ke beberapa toko mainan. Hal seperti ini ternyata juga ditemukan di wilayah Sleman dan Kota Jogja,?kata Munasik.

Beberapa pedagang menurut Munasik sudah diamankan dan pedagang juga sudah dimintai keterangan terkait asal usul mainan itu,.

?Kami cepat mengamankan mainan agar tidak timbul keresahan di tengah masyarakat. Aparat  kini  sedang mencari distributor  mainan itu untuk mengetahui motif serta tujuan dibuatnya lambang palu-arit tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan yang bersangkutan dalam gerakan PKI,?kata Munasik.

Seorang pedagang Susi mengaku tidak tahu kalau mainannya ada lambang palu-arit. Dikatakan sejak setahun lalu, memang tempatnya berjualan mendapat pasokan berbagai jenis mainan. Namun untuk mainan jenis tentara-tentaraan berbendera palu- arit tersebut baru sekitar awal Oktober dan  tertera produksi Shomad Collection (AS collection) (sri)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.