Berita Nasional Terpercaya

353 PT Terancam Dinonaktifkan

0

JOGJA. HarianBernas.com –Sebanyak 243 perguruan tinggi di  Indonesia, kebanyakan perguruan tinggi swasta, terancam dinonaktifkan bila tidak segera memenuhi nisbah atau rasio dosen dan mahasiswa. Dalam peraturan Dirjen Dikti, yang mulai berlaku efektif mulai Januari 2026, untuk perguruan tinggi eksata/IPA, rasio dosen dan mahasiswa adalah  1:30 atau satu dosen berbanding 30 mahasiswa, sementara untuk perguruan tinggi IPS 1:45. “Dari sekian ribu PT di Indonesia, ada 243 PT yang belum memenuhi ketentuan tersebut dan banyak yang ada di DIY, sementara di Jateng cuma empat PT,” kata Rektor universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Jawa Tengah Prof Dr Ali Mursid MP pada acaran penandatanganan MoU dengan Universitas Sarjanawiyata Tamsnsiswa (UST) Yogyakarta di kampus UST Jalan Kusumanegara, Kamis (5/11). Menurut Prof Ali Mursid bila sampai Januari 2016 ke-243 PT tersebut tidak segera menenuhi rasio dosen dan mahasiswa maka tidak boleh beroperasi ataucdinonaktifkan. Diakui, ketentuan tersebut sangat memberatkan perguruan tingi, terutama perguruan tinggi swasta. Sebab PT harus mensmbah jumlah dosen guna memenuhi rasio tersebut sementara kemampuan PTS menggaji dosen dengan jumlah banyak sangat terbatas. Apalagi PTS mengandalkan pemasukkan untik biaya operasional termasuk menggaji dosen bersumber dari mahasiswa. Menurut Prof Ali Mursid, untuk saat ini rasio ideal bagi PTS adalah 1:60. Ia mengaku banyak PT yang deg-degan dengan peraturan tersebut. Sebab bila mwnambah dosen berarti mensmbah biaya, sementara bils mengurangi jumlah mahasiswa berarti sumber pemasukan berkurang pafahal PTS mengandalkan sumberbpendaptan dari mahasiswa. “Masalahnya jumlah mshasiswa yang diterima PTS tidak tentu, kadang naik dan kadang turun. Kalau pas jumlah mahasiswa yang diterima turun maka akan sangat memberatkan PTD,” kata Prof Ali Mursid. Sementara mengenai kerjasama dengan UST adalah untuk saling bersinergi dalam meningkatkan mutu. Karena dalm kerjasama itu, kedua PT akan saling menukar pakar-pakar yang berkompeten untuk berkolaborasi dan bersinergi untuk menongkatkan mutu. “Kami memilih bekerjasama dengan UST karena UST merupakan Center of Execelent pendidikan di Indonesia, apalagi UST didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara yang merupakan Bapak Pendidikan Nasional,” kata Prof Ali Mursid yang juga merupakan salah satu asesor di Kopertis Jawa Tengah. Sementara Rektor UST Dr H Pardimin MPd menyambut baik dan sangat mendukung kerjasama tersebut. Karena kedua PT akan saling melengkapi dan bekerjasama dalam Tri Dharma Prrguruan Tinggi. (phj)  caption foto; PHILIPUS JEHAMUN/HARIAN BERNAS. DOKUMEN MOU–Rektor Univ Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo (kiri) saling menukar dokumen MoU usai ditandatangani di Kampus I UST Jalan Kusumanegara Yogyakarta, Kamis (5/11) kemarin. Fotonya menyusul ya put

Leave A Reply

Your email address will not be published.