Berita Nasional Terpercaya

Siapa Sih Pahlawan Sekolah Itu?

0

 

Oleh : Eko Mulyadi

 

SETIAP upacara di lembaga pemerintahan maupun di lingkungan pendidikan dalam rangkaiannya ada acara mengheningkan cipta, kemudian pembina upacara biasanya mengatakan, “Untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita marilah mengheningkan cipta agar diterima di sisiNya, mengheningkan cipta mulai.” Kemudian disambut paduan suara dengan lagu : “Dengan seluruh angkasa raya memuji pahlawan negara……”

John F. Kennedy mengatakan, ”Don’t ask what your country can do for you, ask what can you do for your country.” Jangan bertanya negaraku bisa memberikan aku apa, bertanyalah apa yang dapat kuberikan untuk negaraku.

Baca juga: Translate Bahasa Jawa: Tingkatan (Kromo) dan Struktur Penulisan

Ada dua makna dalam pernyataan ini. Pertama, orang-orang yang menuntut dan meminta pada Negara. Kedua, orang-orang yang menyerahkan harta jiwa dan tenaganya untuk negara.

Pernyataan pertama orang-orang yang cenderung banyak menuntut pada pemerintah namun tidak berfikir dan berusaha bekerja keras memberikan yang terbaik untuk pembenahan bangsa dan negara serta tidak sampai berpikir untuk kemajuan bangsa, model dan tipenya bagaikan benalu tumbuhan, menumpang pada pohon dan menyerap seluruh unsur makanan pada tanaman.

            Pernyataan kedua yakni orang yang berusaha untuk patuh, tertib, disiplin, serta berpikir mengembangkan idenya untuk kemajuan bangsa dan negara ini, tanpa berpikir “Wani Piro”, sebab kalau orang sudah berpikir berani berapa ini akan teracuni otaknya yang selalu berpikir materi sebagai tujuan utama. Orang yang punya tipe memilih pernyataan kedua akan berorientasi pada kualitas, dan kesejahteraan akan mengikuti dengan sendirinya. Karena potensi seseorang akan dilirik oleh orang lain, jika orientasi tanggung jawab dan pekerjaanya baik, maka atasan akan memikirkan dan memperhatikan mutu hasil pekerjannya, serta nilai kesejahteraannya.

            Keistimewaan di bulan November ini adalah Hari Pahlawan tepatnya tanggal 10 November. Sebelum  dan pasca kemerdekaan RI dengan perjuangan memegang senjata melawan penjajah, lebih kepada perjuangan fisik dalam rangka mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini. Perjuangan para pahlawan membuahkan hasil dengan endingnya terusirnya para penjajah dari bumi Nusantara, sehingga Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berdikari, mengelola pemerintahan secara mandiri, dan memberdayakan seluruh potensi yang ada di Negeri ini, dalam perjuangan tersebut lahirlah para pahlawan nasional.

Pahlawan mempunyai arti: 1) Orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbannya dalam membela kebenaran, 2) Pejuang yang gagah berani (KBBI). Pasca millennium penjajahan saat ini disadari dan tidak disadari melalui invansi pemikiran, penggiringan opini, khususnya melalui produk-produk impor, sasarannya adalah masyarakat yang konsumtif terhadap hal-hal yang baru materialis-hedonis, kecenderungan latah pada produk baru. Latah tidak salah asal dengan catatan kegunaan dan kemanfaatanya tepat sesuai dengan fungsinya.

Para remaja sekarang diasyikkan dengan bermain game online, play station, asyik menghabiskan waktu hanya mengumbar kesenangan sesaat, konsumtivitas. Selain itu, tidak memperhatikan waktu atau waktu  tidak digunakan untuk hal-hal yang produktif misalnya mengerjakan tugas-tugas sekolah dengan senang hati, membaca buku, menulis karya puisi, sastra, ilmiah, atau membuat poduk sederhana makanan, minuman. Sebenarnya di kalangan remaja menghargai waktu lebih sedikit. Waktu hanya digunakan untuk kesenangan belaka. Remaja itu perlunya bimbingan, arahan, perhatian dan pantauan dari orangtua, para pendidik, masyarakat maupun aparat. Pahlawan sejati adalah orang yang mentaati segala peraturan yang berlaku di manapun, kapanpun, dia berada.

Baca juga: Memahami Pentingnya Integrasi Nasional dan Faktor Pembentuknya

 

Kepahlawanan di sekolah

            Kata-kata dari John F. Kennedy, kata negaraku diganti dengan kata sekolahku, maka akan menjadi kalimat “Jangan bertanya sekolahku bisa memberikan aku apa, tetapi bertanyalah apa yang dapat kuberikan untuk sekolahku.” Ungkapan yang kedua adalah para siswa yang berusaha untuk selalu mentaati tata tertib di sekolah dengan menyumbangkan segala tenaga, jiwa dan pikiran dalam rangka meraih prestasi baik melalui akademik intrakurikuler maupun partisipasi aktif dalam lomba membawa nama baik sekolah apalagi meraih juara dan sukses dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sekolah yang sudah diprogramkan. Selain itu, disiplin menghargai waktu di sekolah, tidak terlambat, tertib, jujur dalam perbuatan dan ulangan, percaya diri untuk mengungkapkan argumentasi, berani mengajukan pertanyaan, mengung-kapkan ketidaksetujuan, mengkritisi secara santun.

            Kepahlawanan di sekolah adalah seseorang yang mengatakan apa yang dapat kuberikan untuk sekolahku kemudian berperilaku misalnya peduli dengan memungut sampah serta membuang pada tempatnya. Kemudian mengajak teman-temannya untuk selalu hidup bersih, menjaga kebersihan kamar mandi dari noda kotoran setitikpun, tidak mencorat-coret dinding atau tembok baik fasilitas umum, tembok ruang kelas, meja, bangku dan vandalis yang lain. Selanjutnya, menjaga kerindangan sekolah dengan green school, tidak merusak sarana dan prasarana sekolah, selalu berpikir meraih prestasi-prestasi untuk membawa citra nama baik sekolah melalui akademik maupun non akademik. Bukan sebaliknya sekolahku bisa memberikan aku apa,  tipe seperti ini adalah orang yang hanya banyak menuntut tetapi tidak berbuat, serta sebaliknya merusak citra sekolah.

            Untuk pahlawan tanpa tanda jasa, para pendidik mohon sebelum mengajar gunakan waktu sepuluh menit untuk integrasikan religius dan lingkungan. Penulis sebut program “Semut Ireng”, gugah hati siswa untuk memperhatikan keadaan lingkungan kelas, misalnya sampah bungkus permen, sampah yang ada di laci, maupun sekeliling kelas untuk dibersihkan secara bersama-sama dibuang di tempat sampah. Ini semua dalam rangka mengaplikasikan bahwa “kebersihan sebagian dari iman”, bukan sekedar ucapan tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan. Tanamkan sikap kepahlawanan dalam kepedulian terhadap lingkungan.

Baca juga: Filosofi Tari Serimpi Sangupati, Melawan Penjajah dengan Kelembutan

            Mari dengan menyongsong Hari Pahlawan, gerakkan hati untuk meneladani keberanian, pengorbanan dan perjuangan para pahlawan yang telah gugur membela dan memajukan tanah air Indonesia di bumi persada pertiwi. Gerakkan para generasi muda para siswa untuk selalu menjaga nama baik diri, nama baik keluarga, nama baik sekolah dan nama baik bangsa dengan kepedulian, kasih sayang dan cinta kasih.

Semoga momentum Hari Pahlawan ini dapat dijadikan sebagai momen penting untuk selalu mengingat, mengenang, meneladani, membela dan memajukan bangsa ini menjadi bangsa yang mandiri, sejahatera, adil dan makmur. Hidup Pahlawanku. Hidup Indonesiaku. ***

Eko Mulyadi, Guru SMK N 3 Yogyakarta

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.