Berita Nasional Terpercaya

Livi Pahlawan Masa Kini

0

KISAH INSPIRATIF

Livi Zheng Pahlawan Masa Kini

SLEMAN, HarianBernas.coM,- Hari Pahlawan, 10 November 2015, diperingati secara berbeda oleh Universitas Islam Indonesia, Selasa (10/11) kemarin. Bukan dengan upacara bendera atau pidato-pidato mengenang perjuangan masa lalu yang kadang-kadang dibelokkan demi kepentingan penguasa, namun mereka menghadirkan seorang anak muda Indonesia yang mampu berprestasi dunia. Dia adalah Livi Zheng, gadis kelahiran Jawa Timur, 26 tahun lalu. Ia menjadi sutradara pertama Indonesia yang karya filmnya berhasil menembus film Hollywood dan masuk nominasi Piala Oscar.

Film yang disutradadari Live Zheng dengan judul : Brush with Danger (pelukis dengan petarung) yang meraih Emmy Awards dan nominasi Piala Oscar ini, seluruh proses syutingnya dilakukan di Amerika Serikat, yakni di Seattlet dan Los Angeles. “Mereka yang masih muda dan berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia layak menjadi pahlawan,” kata Imam Mujiman selaku moderator dalam dialog kebangsaan dan kuliah umum bertajuk Serius Meraih Prestasi Generasi Muda di Auditorium Abdul Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang, Selasa (10/11) kemarin.

Livi Zheng yang belajar di SMA Pelita Harapan 1998-2004 yang kemudian melanjutkan sekolah di Beijing, China menekuni olah raga bela diri wushu 2005-2007 dan kuliah di University of Southern California, Los Angeles jurusan film dan television production, bukan hanya menjadi sutradara film tersebut tetapi sekaligus menjadi aktris, penulis skenario sekaligus produser. “Kunci keberhasilan saya adalah keyakinan. Karena orang-orang hebat selalu berawal dari keyakinan,” kata Livi Zheng tentang keberhasilan filmnya menembus Hollywood sekaligus masuk nominasi Piala Oscar.

Dan karena keyakinan itulah, film yang menceritakan tentang dua bersaudara, kakak beradik yang berasal dari Asia, Alice dan Ken, pelukis dan petarung yang menjadi imigran gelap di Amerika itu, berhasil masuk kelompok film Hollywood meski sempat ditolak sebanyak 32 kali. “Saya tidak pernah putus asa meski 32 kali ditolak. Dan setelah diperpaiki sesuatu standar kualitas Hollywood maka film ini diterima Hollywood bahkan masuk nominasi Piala Oscar untuk kategori Best Picture pada ajang Academy Awards ke-87. Dan tak tanggung-tanggung, film ini harus bersaing dengan film Interstellar, Teh Hunger Games: Mockingjay Part 1 dan Birdman,” kata Livi Zheng.

Prof Dr Mahfud MD dalam jumpa pers bersama Livi Zheng usai membawakan monolog tentang kemiskinan mengatakan, birokrasi di Indonesia menghambat generasi muda untuk berprestasi di tingkat dunia. Dan kalau pun ada anak muda yang mampu berprestasi dunia, seperti Livi Zheng, itu karena atas perjuangan sendiri tanpa dukungan birokrasi. Ia memberi contoh, ribuan anak muda Indonesia yang belajar untuk meraih gelar doktor di luar negeri, namun setelah selesai mereka tidak bersedia pulang dan bekerja di Indonesia karena tidak dihargai oleh pemerintah. “Birokrasi justru menghambat potensi anak muda,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Karena itu, Mahfud MD meminta pemerintah agar membuar kebijakan yang jelas untuk mendorong anak muda berprestasi di tingkat dunia. “Pembinaan sumber daya manusia harus jelas agar anak-anak muda berlomba-lomba mengembangkan potensi dan meraih prestasi dunia,” kata Mahfud MD.

Livi Zheng sendiri mengaku berjuang sendirian untuk menembus prestasi dunia. Meski demikian, ia tetap berusaha memberi nilai tambah bagi Indonesia lewat karyanya dengan memasukkan puluhan karya lukisan Indonesia dalam film tersebut.

Film Brush with Danger karya Livi Zheng ini menurut rencana akan diputar di bioskop-bioskop Indonesia mulai 26 November 2015. Film tentang perjuangan kakak beradik dengan pemeran utama Livi Zheng dan Ken Zheng ini, dikemas dengan adegan-adegan action yang seru. Semua adegan action diperankan oleh kedua pemeran utama tersebut tanpa menggunakan stunt (pemeran pengganti). Hal ini tidak mengherankan jika dilihat dari latar belakang kedua pemeran Brush with Danger yang memang sudah tidak asing lagi dengan ilmu seni bela diri.

Livi sendiri telah meraih 26 medali dan piala di pertandingan bela diri taraf internasional, seperti USA World Championship Las vegas dan US Open, Florida. Sementara Ken Zheng juga pernah juara nasional wushu (Sanda) pada usia yang masih muda, yakni 16 tahun. Ken juga sudah beberapa kali memenangkan pertandingan bela diri di AS.

Dalam film ini diceritakan, kedua kakak beradik yang merupkan imigram gelap dari Asia menumpang kapal kargo yang mendarat di Seattle, Washington. Saat terlunta-lunta sebagai tuna wisma dan tuna karya di jalanan yang sama sekali asing, mereka terpaksa menjadi penjual lukisan jalanan dan mempertontonkan jurus-jurus bela diri. Dan Justus Sullivan, seorang pemilik galeri seni, melihat bakat seni Alice dan ingin menampung bakat mereka dengan maksud terselubung. Ia memaksa Alice untuk memalsukan sebuah lukisan klasik karya Van Gogh. Akibatnya, dua bersdaura ini terlibat dalam dunia kriminal di Amerika yang penuh bahaya. 

Leave A Reply

Your email address will not be published.