Berita Nasional Terpercaya

Banyuwangi Jadi Inkubator Sidat Pertama

0

BANYUWANGI,HarianBernas.com?Banyuwangi akan menjadi incubator sidat pertama di Indonesia. Hal ini terkait dengan dijadikannya wilayah paling timur Jawa ini sebagai percontohan taman teknologi atau Tecknopark untuk pelatihan budidaya sidat oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Keterangan tertulis dari Humas Pemkab Banyuwangi, Rabu, menyebutkan technopark ini merupakan program pembangunan kawasan pengembangan teknologi dan inovasi.

Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP – KP) Dr Rina MSi mengatakan,  2015 ini, Kementerian KP membangun empat dari 24 technopark yang akan dikembangkan dalam kurun lima tahun ke depan. Salah satunya Banyuwangi yang akan menjadi tempat belajar teknologi budi daya sidat.

BPPP Banyuwangi akan menjadi tempat pembesaran sidat atau inkubasi yang memiliki fasilitas lengkap. Mereka akan memiliki kolam representative hingga teknologi pembesaran yang dibimbing oleh ahli budi daya keluatan dan perikanan.

Kelebihan Banyuwangi, kata Rina adalah pada kualitas air baku yang baik dan cocok untuk Sidat. Sebagai perbandingan, di Jakarta, kualitas air per 25 miligram sampel terdapat 550 ribu koloni bakteri. Tapi di Banyuwangi dengan sampel yang sama, hanya mengandung 10 ribu koloni bakteri.

Sebagaimana diketahui, ikan Sidat menjadi primadona di banyak negara. Ini karena sidat kaya dengan kandungan protein. Dan gizinya yang tinggi yang tidak dimiliki jenis ikan yang lain, menjadikan sidat makanan yang paling digemari di sejumlah negara, termasuk Jepang.

?Dengan sendirinya, budi daya sidat memiliki prospek yang bagus lantaran pasar sidat internasional terbuka lebar,? kata Rina.

Saat ini, produksi sidat Banyuwangi mencapai 147 ton per tahun. Sementara permintaan dari daerah atau pun negara lain masih tinggi. Bukan hanya Jepang, namun permintaan sudah merambah ke Korea, bahkan Arab.(Ant)

Leave A Reply

Your email address will not be published.