Berita Nasional Terpercaya

Umat KAS Diminta Hening Tunggu Pengganti Uskup Pujasumarta

0

SLEMAN, HarianBernas.com – Ribuan orang berhimpun mengitari Kapel Seminari Tinggi Santo Paulus, Kentungan, Yogyakarta, Jumat (13/11), mengikuti prosesi pemakaman Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr Johannes Pujasumarta. Tak hanya umat Katolik, tampak di tengah pelayat sahabat-sahabat Romo Puja, panggilan akrab almarhum, dari berbagai kalangan dan agama mengikuti dengan khidmat perayaan ekaristi yang dipimpin Konselebran Utama Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) yang juga Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo. 

Usai perayaan ekaristi, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr Antonio Guido Filipazzi membacakan pesan duka cita dari Paus Fransiskus. Paus juga menyampaikan berkat kepada umat yang ditinggalkan.

Mgr Antonio juga menyampaikan kesan tentang Mgr Pujasumarta sebagai uskup yang sudah melaksanakan ensiklik Envangilii Gaudium bahkan sebelum Fransiskus menjadi paus. Dalam Evangelii Gaudium tersebut ditegaskan bahwa seorang gembala, dalam hal ini uskup, harus membawa Gereja keluar dari dirinya sendiri. Gereja juga harus dekat dengan umat. “Dan Uskup Puja merupakan gembala yang berbau domba,” tandas Antonio. 

Selanjutnya, papar Antonio, sepeninggal uskup, Keuskupan Agung Semarang ibarat ibu yang ditinggal bapaknya. KAS menjadi “janda” yang ditinggal mempelainya, yakni uskup. “Kami mengajak seluruh umat untuk hening dan berdoa sampai terpilih uskup yang baru. Tidak perlu bergosip tentang siapa yang akan ditunjuk Paus. Berdoa supaya Allah memilihkan uskup, hening karena sedang berduka,” pintanya.

Ungkapan belasungkawa lewat surat elektronik datang dari Kardinal Turang mewakili Dewan Kepausan Antarumat Beragama. Selebihnya, ungkapan duka berupa karangan bunga yang berjajar sepanjang jalan ke pemakaman.

Kepada HarianBernas.com, beberapa sahabat mengungkapkan kesan pribadi mereka tentang Mgr Pujasumarta. Staf Seminari Tinggi Santo Paulus Rm Purwatma, yang lama bersahabat dengan almarhum, terutama ketika sama-sama studi di Roma, mengenang Mgr Puja sebagai sahabat yang setia dan rendah hati. “Beliau orang yang 'polos', apa pun diterima sebagai hal yang baik. Beliau juga banyak memberi keleluasaann bagi tim. “Beliau juga mendukung gerakan politik, buruh, 'garam', adorasi abadi, dan kongres ekaristi, ungkap pastor yang adik kelas almarhum ini.

Lanjutnya, “Bagi kami, beliau sangat suci. Maka saya setuju ketika beliau disebut sebagai hamba Tuhan (Servo Di Dio), langkah pertama pengudusan menuju beato dan santo.”

Rm Darmadi, pastor paroki Ungaran, Semarang, menambahkan, Mgr Puja tak pernah membedakan kaya-miskin. “Kabeh sedulur. Beliau menjadi penyambung visi misi Mgr Soegijapranata: Gereja yang memasyarakat. 100% Katolik 100% Indonesia. Maka dalam arah dasar KAS, beliau menggerakkan Gereja untuk berpihak kepada mereka yang kecil, lemah, miskin,  tersingkir, dan difable. Dana 15% dari kolekte khusus disisihkan untuk karya orang kecil. Harus entek.”

Implementasinya, di tingkat lingkungan, yakni lembaga Gereja paling dasar, kesadaran akan pentingnya bersaudara dengan umat antarberagama digalakkan. Mgr Pujasumarta disebutkan meneruskan semangat uskup KAS sebelumnya Mgr Suharyo, yakni pelayanan murah hati. “Mgr Puja mengajak Gereja memperkokoh diri. Supaya memberi maka mengisi lewat penegasan roh. Neges necep ngemban sabda dalem,” ujarnya.

Selain dekat dengan kalangan-kalangan di atas, Mgr Pujasumarta juga dikenal amat dekat dengan kaum muda. Justine Taroewidjaja, umat Paroki Katedral Semarang, yang datang melayat, kepada HarianBernas.com, juga mengisahkan bagaimana kesediaan Mgr Pujasumarta membuat akun-akun di media sosial membuat orang muda merasa dekat dengan Gereja. “Apalagi ketika romo-romo juga meniru apa yang dicontohkan Bapak Uskup, kami merasa semakin disapa. Apalagi Bapak Uskup sangat kebapakam, ngemong, dan suka menyapa,” ungkapnya.

Tak beda, taruna Akademi Angkatan Udara pun datang melayat. Sersan Mayor Satu Taruna Leonardus BP, taruna tingkat 4, menceritakan betapa Mgr Puja sangat dekat dengan orang muda. Ia yang pernah didampingi sewaktu retret di awal pendidikan, menyimpan pesan khusus dari Mgr Puja, “Jadilah tentara Kristus!

Leave A Reply

Your email address will not be published.