Berita Nasional Terpercaya

Hari Pahlawan, Pilkada dan Kaum Muda

0

Oleh : Bekti Handayani

Jogja, HarianBernas.com – Makna Hari Pahlawan sebagai peringatan peristiwa pertempuan rakyat Surabaya melawan kaum imperialisme dan kolonialisme, pada 10 November 1945 seyogyanya dapat dijadikan pijakan bersama bagi kaum muda dalam mengarungi kontestasi demokrasi lokal. Apalagi saat ini bertepatan dengan tahapan pemilihan kepada daerah (Pilkada) serentak.

Sebagai sebuah peristiwa bersejarah makna Hari Pahlawan dapat dijadikan pedoman kaum muda untuk mengedepankan pengorbanan untuk rela meninggalkan beragam sindrom moralitas seperti korupsi suap. Pasalnya, korupsi suap akan membuat nalar politik kaum hingga saat ini masih disesaki oleh apati politik. Apalagi, dengan gencarnya pemberitaan perihal korupsi-suap yang melibatkan kaum muda dapat membuat hilangnya rasa percaya diri, afeksitas, maupun afinistas terhadap realitas politik Tanah Air.

Baca juga: Rumah Joglo, Rumah Adat Jawa yang Memiliki Banyak Keunikan

Akibatnya, kaum muda tidak mampu menjadi wahana alternatif bagi perubahan dalam membangun satu aliansi strategis guna memperbaiki bangsa tanpa sekat-sekat primordial. Oleh sebab itu melalui momentum Hari Pahlawan dan ritual Pilkada serentak 2015, kaum muda harus kembali menemukan jatidirinya sebagai agen perubahaan dalam upaya mendorong partisipasi publik untuk peduli terhadap proses demokrasi lokal.  Kaum muda harus bahu membahu mendorong hadirnya partisipasi publik dalam demokrasi lokal.

Mengutip Charles Andrian dan James Smith (dalam Marijan, 2010) mengelompokkan tiga bentuk partisipasi. Pertama, adalah partisipasi yang lebih pasif. Partisipasi dilihat dari keterlibatan politik seseorang, yakni sejauh mana orang itu melihat politik sebagai sesuatu yang penting, memiliki minat terhadap politik, dan sering berdiskusi mengenai isu-isu politik dengan teman.

Kedua, adalah partisipasi yang lebih aktif, yakni sejauh mana orang itu terlibat di organisasi-organisasi atau asosiasi-asosiasi sukarela (voluntary associations), seperti kelompok-kelompok keagamaan, olahraga, pencinta lingkungan, organisasi profesi, dan organisasi buruh.

Ketiga, adalah partisipasi yang berupa kegiatan-kegiatan protes, seperti ikut menandatangani petisi, memboikot, dan berdemonstrasi. Di sistem demokrasi seperti yang dianut di Indonesia, partisipasi publik atau khalayak lebih dilihat ke sejauh mana publik turut serta dalam setiap pemilu atau pemilihan kepala daerah (Pilkada). Artinya, kaum muda dapat mengambil peran dari berbagai bentuk partisipasi guna membangun budaya politik partisipatif baik secara jalanan (offline) maupun melalui media sosial (online).

Apalagi, hingga saat ini media sosial telah menjadi pilar demokrasi keenam yang dapat menjelaskan proses desentralisasi sekaligus dapat membawa pemerintah lebih dekat kepada rakyat. Termasuk memudahkan rakyat terlibat secara langsung dalam praktik demokrasi, terutama proses pengawasan dan pengambilan kebijakan publik dalam wilayah isu spesifik berskala lokal-nasional.

Dengan kemunculan serpihan-serpihan partisipasi kewargaan yang didorong oleh kaum muda baik online dan offline setidaknya dapat membangun budaya partisipatif. Jika partisipasi politik warga negara dapat terlembaga dengan baik, hal itu diharapkan dapat menekan angka golongan putih (golput) yang selama ini menjadi momok dalam setiap kontestasi politik Tanah Air. Termasuk turut serta membungkam peredaran politik uang (money politic) hingga menjadi wahana pembelajaran politik warga negara.

Singkat kata, dengan semangat Hari Pahlawan 10 November 2015 dan Pilkada serentak 2015 dapat menjadi pijakan bagi kaum muda untuk kembali berperan melakukan transformasi dalam perbaikan struktur mental dan keyakinan bagi perbaikan masa depan bangsa. Langkah ini dapat membuat kaum muda kembali mengambil perannya dalam membangun kembali rasa cinta Tanah Air. Sebab, masa depan bangsa hanya ada di tangan “kaum muda”. Selamat Hari Pahlawan 2015. ***

Bekti Handayani, Alumnus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Pegiat Forum Penulis Muda Jogja

Baca juga: Mengenal Keunikan Rumah Adat Jambi yang Memiliki Ukiran Eksotik

Leave A Reply

Your email address will not be published.