Berita Nasional Terpercaya

Penemu Mobil Ford Dulunya adalah Anak yang Meledakkan Ruang Makan di Rumahnya

0

“Orang tuaku selalu melarangku berbuat ini. Mereka mengekang kebebasan dan kreatifitasku.”

Bisakah kreatifitas dikekang?

Suatu Hari, seorang anak lelaki memiliki keingintahuan yang tinggi dalam ilmu permesinan sejak ia masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Ia pernah melakukan penelitan serupa yang James Watt lakukan (James Watt dikenal sebagai penemu mesin uap).

Suatu siang, ia mengambil sebuah teko berbahan tembikar tebal milik ibunya, lalu ia mengisinya dengan air. Mulut teko tersebut, disumbatnya. Lalu tutup teko itu diikatnya erat-erat. Ia penasaran, apa yang terjadi jika uap rebusan air tersebut ditahan. Teko tersebut dibawanya ke dalam perapian ruang makan. Ia duduk dekatnya sambil menunggu.
Tiba-tiba “BUM!!!” teko meledak. Ruang makan berantakan. Kepingan teko memecahkan jendela kaca, memecahkan cermin, serta menancap di wajah lucunya. Luka ini kelak yang selalu mengingatkannya pada percobaan ini.

Baca juga: Tertarik menjadi CEO atau Owner? Simak perbedaan keduanya

Kenakalan masa kecil terus terjadi. Suatu ketika, seorang petani masuk ke kelas di sekolah tempatnya belajar. Ternyata ada anak yang membendung sungai di dekat rumahnya. Bendungan itu membuat air sungai meluap dan masuk gudang bawah tanah petani tersebut. Pak guru yang mengetahui si pembuat onar, langsung bertanya padanya, “Kamu, tolong jelaskan! Bagaimana ini bisa terjadi?
“Waaaah, bagaimana, ya?” Jawab nya kebingungan. “Saya tidak menyangka air bendungan itu meluap dan masuk ke rumah petani. Kami membutuhkan aliran air yang cukup untuk menggerakkan kincir air kami. Pak guru pasti menyukai kincir kami jika melihat  bagaimana kincir air kami bekerja”.  Meskipun kagum, namun pak guru tetap menghukum anak itu.

Bosan dengan mesin uap dan kincir air, Ia melirik pada kenakalan berikutnya. Pada suatu hari di sekolahnya, ia bersama teman sebangkunya iseng membongkar arloji. Mengetahui keusilan murid-mudidnya, pak guru langsung menyuruhnya menyusun kembali mesin arloji tersebut sebagai hukuman. Dan ia hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk menyusun mesin arloji tersebut seperti sediakala.
Warga mengetahui kemampuannya sehingga ia pun mendapat banyak pesanan untuk memperbaiki arloji rusak milik orang-orang di desanya. Pekerjaannya sebagai “tukang servis arloji” ini pula yang membuatnya bertahan hidup saat merantau di Detroit. Di sana, ia bekerja di pabrik Edison dengan gaji US $ 2,50 per minggu. Padahal untuk sewa kamar dan makan, ia membutuhkan US $ 3,50. Beruntung ia bisa bekerja sampingan sebagai “tukang servis jam”.
Kepandaian dan kreatifitasnya membangkitkan rasa kagum semua orang. Bahkan atasan di tempat kerjanya pun suka padanya. Dalam waktu singkat, Ia mendapat promosi kenaikan jabatan. Sayangnya, bersamaan dengan itu, ia mendapat surat dari desa yang memintanya pulang karena ayahnya sakit keras.

Karena kasihnya pada sang Ayah, ia langsung pulang tanpa pikir panjang. Ia harus pulang disaat kariernya sedang baik. Ia meninggalkan karirnya, langsung pulang dan kembali menjadi petani. 

Keputusan nya untuk patuh pada orang tuanya berbuah manis. Justru selama di rumah, ia akhirnya menghasilkan penemuan baru. “Lokomotif pertanian”, yang kini biasa dikenal dengan nama Traktor. Dengan alat ini, penggunaan hewan ternak untuk membajak sawah bisa digantikan. Sapi dan kerbau kini menjadi pengangguran.

Mungkin Masih Asing di telinga anda, atau mungkin anda sudah tahu? Anak lelaki nakal ini bernama  Henry Ford, pendiri perusahaan otomotif Ford. Seorang Anak nakal yang patuh pada orang tuanya. Kreatifitasnya patut diacungi jempol. Kreatifitas sejati yang selalu dapat ia lakukan di mana saja ia berada.

Baca juga: Tujuan Karir Jangka Panjang yang Membuat Anda Dilirik Perusahaan

Leave A Reply

Your email address will not be published.