Berita Nasional Terpercaya

Lelaki Lumpuh yang Menulis Buku Tentang Kisah Hidupnya dengan Kedipan

0

Dengan apa Anda menulis? Tangan? Kaki? Mulut?
Bagaimana jika dengan kelopak mata? Yang sebelah kiri.  Mungkinkah?

Jika Anda mengatakan itu adalah hal yang mustahil untuk dilakukan, Anda tentu belum mengenal orang yang bernama Jean Dominique Bauby, pemimpin redaksi majalah Elle.

Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!

Pria Prancis kelahiran 1951 ini, mengalami kelumpuhan total akibat stroke pada tahun 1995. Ia kehilangan seluruh fungsi tubuhnya, termasuk kemampuan berbicara. Satu-satunya gerakan yang dapat dilakukan oleh tubuhnya adalah mengedipkan mata kirinya. Maka dengan mata kirinya lah ia berkomunikasi dengan keluarga dan seorang amanuensis, orang yang bertugas untuk menuliskan ataupun menerjemahkan perkataannya. Ya, ia didampingi oleh seorang penerjemah. 

Lalu, bagaimana cara Jean menulis buku?

Begini. Mereka  menunjukkan huruf demi huruf dan Jean akan berkedip untuk memberi tanda. Jika Jean berkedip sekali, berarti hurufnya benar. Namun, jika jean berkedip dua kali, berarti hurufnya salah dan mereka harus menunjukkan huruf yg lain. 

Bagaimana? Menarik? Atau malah merepotkan?

Pada awalnya Jean dan penerjemahnga tidak terbiasa dengan cara komunikasi tersebut. Berkali-kali mereka menemui banyak rintangan dan masalah. Mereka menghabiskan waktu 6 jam sehari, hanya untuk menulis satu halaman buku. Namun, perlahan-lahan, dengan semakin baiknya kerjasama yang terjalin, mereka dapat menyelesaikan 3 halaman buku perhari. Setelah berbulan-bulan bekerja keras, akhirnya mereka dapat menyelesaikan 150 halaman buku yang berjudul The Diving Bell And The Butterfly: A Memoir Of Life In Death. 

Jean meninggal pada tahun 1996. Ia menjadi contoh orang yang tidak menyerah pada situasi hidupnya. Dia tetap hidup meski lumpuh dan tetap berpikir jernih untuk bisa terus berkarya. Walaupun untuk menelan ludah pun dia tak mampu karena seluruh otot dan saraf telah lumpuh, ia tetap tidak menyerah. Bahkan bersedia berperan langsung dalam film yang mengisahkan dirinya.

Maka, betapa pun kacaunya keadaan kita saat ini, ingatlah kita masih bisa menelan ludah, masih bisa makan dan menggerakkan anggota tubuh lainnya.

Mari berkarya!

Baca juga: 30+ Rekomendasi Situs Baca Manga dan Komik Online Bahasa Indonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.