Berita Nasional Terpercaya

Menjadi Sukses dengan Tidak Berjarak Terhadap Apa yang Dibenci

0

?Bangun pagi bisa membuatku cepat mati! ?
Adakah diantara anda yang enggan bangun pagi?
?Jika bisa bangun siang, kenapa harus bangun pagi?. Jika anda pernah berpikir demikian, berarti anda memiliki kesamaan dengan Rene Descartes, sang penemu diagram koordinat Cartesius (diagram dengan garis x dan y).

Semasa hidupnya, Descartes yang lahir pada 1959 di sebuah desa di Prancis, sangat membenci pelajaran matematika di sekolahnya. Menurutnya pelajaran matematika di sekolah sangat buruk. Lalu bagaimana mungkin seorang yang membenci matematika menjadi seorang ahli matematika?

Meski tidak menyukai matematika, Descartes percaya bahwa tidak ada ilmu yang memiliki kepastian 100% selain matematika. Sehingga, mau tidak mau ia harus menguasai matematika. Ia pun memutuskan untuk mengasingkan diri demi mempelajari geometri. Dia menekuni geometri tersebut di sebuah daerah terpencil yang bernama Fauborg St. Germain. Dalam pengasingannya, ia mengembangkan banyak ilmu di bidang filsafat, matematika, dan biologi.

Descartes menenemukan ide dasar Diagram  Kordinat Cartesius pada tahun 1637. Ia menuliskan kedua ide dasarnya itu dalam dua tulisan karyanya. Pada bagian kedua dari tulisannya Discourse on Method, ia memperkenalkan ide baru untuk menggambarkan posisi titik atau obyek pada sebuah permukaan, dengan menggunakan dua sumbu yang bertegak lurus antar satu dengan yang lain. Kedua sumbu ini sekarang kita kenal dengan nama sumbu x dan sumbu y. Dalam tulisannya yang lain, La Géométrie, ia memperdalam konsep-konsep yang telah dikembangkannya tersebut. Konsep koordinat kartesius ini digunakan dalam banyak bidang. Konsep koordinat inilah yang kemudian membagi belahan bumi menjadi dua bujur dan dua lintang.

Tahun 1649 Descartes menerima tawaran bantuan keuangan dari Ratu Christina dari Swedia. Sang Ratu memintanya untuk datang ke Swedia dan menjadi guru pribadinya. Descartes amat terkejut ketika ia tahu sang Ratu hanya meluangkan waktu untuk belajar pada jam lima pagi. Descartes khawatir udara pagi yang dingin bisa membunuhnya. Pada bulan Februari 1650, empat bulan sesudah sampai di Swedia, ia wafat.

Meski Descartes hidup di abad  yang jauh berbeda dengan kita, gagasan-gagasannya terus berkembang dan digunakan hingga kini. ?kebencian? dan kesadaran akan matematika justru menjadikannya seorang ahli dan penemu besar.
 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.