Berita Nasional Terpercaya

Spesialis Cerita Horor ini Ditolak 30 Kali, Kini Karyanya Terjual 35 Juta Copy

0

Anda penggemar film horror?

Film horror apa yang terakhir anda tonton? 

 Bagaimana rasanya ketika anda menonton film horror itu?

Bagi Anda penggemar cerita horor pasti sudah tidak asing dengan sosok yang satu ini, Stephen King.  Atau jangan-jangan justru anda belum mengetahuinya? Tidak ada salahnya kamu menyimak kisah inspiratif nya.

Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap

Stephen King memang dikenal sebagai salah satu penulis cerita horror terkenal di dunia. Tidak hanya mampu menjual tulisannya sampai jutaan copy, cerita seram yang ia buat sudah banyak dibuat menjadi film dan sangat sukses menjadi box office. Namun anda pasti banyak yang belum tahu  bahwa dibalik kesuksesan Stephen, ia pernah 30 kali ditolak oleh penerbit atas karya novel yang dibuatnya. B

Stephen King  pria kelahiran 68 tahun silam asal potland,Amerika ini pernah hampir menyerah dengan novel pertamanya, berjudul Carrie. Bagaimana tidak, ia ditolak 30 kali oleh penerbit. Karena merasa sudah gagal, ia bahkan hampir membuang novel pertamanya tersebut ke tempat sampah. Sang istri yang yakin bahwa novel itu akan sukses, kemudian mencegahnya. Akhirnya Stephen berhasil menemukan penerbit yang bersedia menerima novelnya.

Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!

Penerbit yang bernama Doubleday tersebut memberinya uang muka sebesar 2.500 dollar Amerika, jumlah yang terbilang besar saat itu. Novel Carrie sukses membuat nama Stephen King menjadi lebih dikenal oleh pecinta cerita seram dan bahkan cerita Carrie sempat diangkat ke layar lebar sampai 2 kali.

Karya-karya King yang kebanyak bercerita tentang hal-hal yang menyeramkan menurut para ahli dipengaruhi oleh sebuah kejadian dalam kehidupan saat ia masih anak-anak. Saat itu, Stephen King pernah menyaksikan temannya tewas karena ditabrak oleh kereta api dan sejak itulah ia menjadi pribadi yang pendiam. Stephen King memang tidak menyebutkan hal itu dalam memoir yang ia buat, Namun bisa jadi peristiwa inilah yang cukup berpengaruh secara psikologis kepada karya-karyanya di kemudian hari.

Setelah sukses dengan Carrie (1973), King menulis kisah lain berjudul Second Coming (1975). Setelah ibunya meninggal, ia dan keluarganya pindah ke Colorado. Di kota tersebut ia menulis The Shining (1977) dan disusul oleh puluhan novel berikutnya. Sampai tahun 2013, Stephen King sudah menerbitkan  200 cerita pendek, 50 nobel dan 5 karya nonfiksi. Dari hasil tulisannya, King sudah mencapai penjualan 35 juta copy di seluruh dunia. Luar biasa, bukan?

Satu hal yang bisa dipetik dari kisah King adalah jangan pernah menyerah dan terus berkarya. Jangan hanya karena satu karya ditolak, kita menjadi pesimis dan tidak ingin melanjutkan karya-karya selanjutnya. Tetap berjuang karena menyerah bukanlah solusi terbaik.

Baca juga: 30+ Rekomendasi Situs Baca Manga dan Komik Online Bahasa Indonesia

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.