Berita Nasional Terpercaya

Pria yang Tidak Tamat SD: Dari Tukang Becak, Buruh, Hingga Mendirikan 2 Pabrik

0

 “Naik becaknya dek?”

“Monggo, naik becak nya pak?”

“Mau tujuan kemana? Siap saya anterin..”

Anda pernah naik becak?

Coba anda ingat, kapan terakhir kali kamu naik becak?

Pernah kah anda berpikir bahwa seorang yang hanya tukang becak bisa menjadi orang kaya-raya yang sukses?

Kisah inspiratif berikut adalah tentang seorang yang dulunya tukang becak, namun kini telah menjadi orang kaya-raya berkat usaha yang dibuatnya. Anda penasaran? Langsung saja simak kisahnya berikut.

Siapa bilang tukang becak tidak bisa kaya? Pak Sanim, seorang lelaki kelahiran 60 tahun silam asal Cirebon telah membuktikannya. Anda tahu bagaimana latar pendidikannya? Ia bukan seorang lulusan dari universitas ternama juga bukan seorang sarjana bisnis. Ia bersekolah hanya sampai SD, itu pun hanya sampai kelas 4. Berkat kegigihannya kini ia telah menjadi pengusaha sukses yang memiliki 10 mobil, 3 rumah, dan 2 pabrik.

Baca juga: Tertarik menjadi CEO atau Owner? Simak perbedaan keduanya

Sebelum Pak Sanim menjadi seorang pengusaha, ia pernah bekerja menjadi tukang becak di sekitar prapatan Cirebon. Lama menjalani profesi ini, ia menjumpai sebuah pabrik garam di sekitar tempat pangkalannya. Dari situ, ia mencoba untuk beralih bekerja menjadi seorang karyawan di pabrik tersebut. Seiring berjalannya waktu, ia mulai berpikir untuk membuka pabrik sendiri. Menurutnya garam memiliki potensi besar pada waktu itu. Ia mengingat banyaknya permintaan dari daerah sekitar Cirebon dan sekitar Jawa Tengah.

“Setelah dua bulan bekerja, saya pun berpikir, daerah kita kan punya potensi garam, kenapa saya tidak membuat garam sendiri,” ungkapnya. Akhirnya, Sanim berhenti kerja dari pabrik garam tersebut. Di situlah ia mulai berpikir, usaha garam ternyata mampu mengeruk keuntungan yang lebih besar dari buruh pabrik, apalagi tukang becak.

Baginya, garam bukan hanya sebagai bumbu penyedap makanan, melainkan juga dibutuhkan untuk keperluan industri, pertanian, dan perikanan. Ternyata, tidak sia-sia pengalamannya pernah bekerja di pabrik garam tersebut. “Jadi bisa dikatakan ia cuma menimba ilmu di pabrik tersebut,” tuturnya.

Mulanya ia mencoba untuk membuka pabrik sendiri di belakang rumah bersama isterinya. Masih sangat sederhana dan diolah secara tradisional. Setelah diproduksi, ternyata hasil olahannya laku terjual. “Lambat laun ternyata keuntungan kita tambah besar dan banyak peminatnya. Akhirnya kita menambah karyawan dari tetangga-tetangga, lalu kita bisa membeli tanah untuk tempat produksi yang lebih luas lagi dan sekarang ada pabrik, yakni pabrik garam,” tambahnya.

Sanim mengaku, dalam setahun ia bisa menghasilkan garam minimal mencapai 2.000 ton. Permintaan dari Cirebon dan sekitarnya pun terus berdatangan, sehingga membuatnya kualahan. Usaha yang ditekuni Sanim sejak 30 tahun silam tersebut bukanlah tanpa tantangan. Ketika usahanya tumbuh dan membutuhkan tambahan modal, ia pernah ditolak saat mengajukan pinjaman ke sebuah bank karena dianggap usahanya tidak menjanjikan. Berkat kegigihannya, akhirnya Sanim pun bisa memperoleh pinjaman.

“Kita pernah mengajukan utang pinjaman ke bank, tapi waktu itu ditolak. Katanya karena bangunannya masih bilik. Kemudian kita ke bank lain, setelah diproses dan melihat prospek perkembangan usaha kita, akhirnya kita dapat dana dan usaha kita berkembang sampai sekarang. Aset yang dimiliki sekarang adalah tanah, kantor, dan pabrik,” sebutnya

Pria ini menjelaskan hasil usahanya memiliki omset ratusan juta rupiah perbulan. Dari hasil tersebut, ia bisa menunaikan naik haji hingga beberapa kali dan menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang sarjana. Tak hanya puas dengan pabrik garam, kini ia juga telah merambah ke pabrik pembuatan pupuk.

Luar biasa sekali ya? Nah seorang tukang becak aja bisa jadi sukses, kalo anda bagaimana?

Baca juga: Tujuan Karir Jangka Panjang yang Membuat Anda Dilirik Perusahaan

Leave A Reply

Your email address will not be published.