Berita Nasional Terpercaya

Aku Dikeluarkan dari Sekolah karena Terlalu Banyak Bertanya

0

Setujukah kamu jika semua anak telahir dengan keunikannya masing-masing? 

Unik dari segi fisik, pola pikir, lingkungan, dan lain sebagainya. Keunikan meliputi berbagai aspek, bahkan tingkah laku yang ‘nyentrik', sampai dengan cara bersosialisasi yang tidak biasa itu semua adalah keunikan yang patut untuk disyukuri. Namun, seringkali keunikan ini dianggap sebagai suatu hal yang aneh dan tak biasa oleh masyarakat sehingga mereka memilih untuk tidak memberi tempat bagi sang empunya ‘keunikan' tersebut.

Hal yang serupa juga dialami oleh Tetsuko Kuroyanagi. Terlahir sebagai seorang anak dengan spontanitas dan rasa ingin tahu yang tinggi membuatnya tidak disukai di sekolah, sampai pada akhirnya ia dikeluarkan oleh sekolah dengan alasan terlalu banyak bertanya. Ibu Tetsuko pun tidak lelah untuk mencari sekolah yang cocok bagi putri satu-satunya, sampai akhirnya Tetsuko diterima di Tomoe-Gakuen, sekolah dalam gerbong kereta api yang mengajarkan kepada muridnya untuk belajar apapun yang mereka sukai, sesuai dengan keunikan mereka tanpa harus terpaku pada jadwal-jadwal pelajaran yang berat.

Baca juga: Mengenal Jenis Puisi Lama dan Puisi Baru serta Contohnya

“Having eyes, but not seeing beauty; having ears, but not hearing music; having minds, but not perceiving truth; having hearts that are never moved and therefore never set on fire. These are the things to fear.” Inilah yang dikatakan oleh kepala sekolah Tomoe-Gakuen dan menjadi pegangan Tetsuko. Kepala sekolah tidak ingin anak-anak dididik menjadi robot-yang hanya melakukan segala sesuatu karena perintah dan secara dangkal, melainkan untuk selalu menghargai dan mensyukuri hidup.  Caranya mendidik dengan mengapresiasi keunikan masing-masing muridnya menjadikan Tetsuko seorang perempuan yang hebat, Ia sukses berkarier di dunia perfilman Jepang dan menjadi seorang Aktris piawai.

Pengalaman keunikan ini pulalah yang menginspirasi Tetsuko untuk menulis kenangan masa kecilnya dalam sebuah buku: TOTTO-CHAN: The Little Girl at the Window. Dalam bukunya Tetsuko menuturkan bahwa keunikan setiap orang patut dihargai dan dengan membantu mereka memahami keunikan tersebut dapat menjadi pelajaran berharga bagi sang empunya.

Keuntungan penjualan buku ‘TOTTO-CHAN' ini digunakan oleh Tetsuko untuk mendirikan Yayasan kereta aktor profesional tuli yang menerapkan visi Kuroyanagi yakni membawa teater untuk orang tuli, dan berbagai Yayasan Amal lainnya-sebagai bentuk keperihatinan Tetsuko terhadap kaum difabel, terutama anak-anak. Kegiatan ini membawanya, menjadi Duta Kemanusiaan UNICEF pada tahun 1984. Perjalanan yang dilakukannya ke daerah-daerah konflik antara lain Asia Tenggara dan Afrika, serta kunjungannya ke negara-negara miskin dan berkembang dalam kurun waktu 1984-1996 , membuka mata Tetsuko bahwa kehidupan anak-anak begitu kurang dihargai. Tidak jarang dalam kunjungannya ia menemukan anak-anak yang busung lapar, cacat karena perang, wabah, dan berbagai masalah sosial lainnya.

Begitu banyak pelajaran yang dapat dipetik Tetsuko dari kunjungan kemanusiaannya menginspirasinya untuk menulis buku yang kedua: “Totto-Chan's Children”. Diceritakan disana anak-anak yang seharusnya bermain diajar secara paksa menjadi tulang punggung keluarga, dididik untuk menjadi mata-mata atau snipper, berbagai kekerasan fisik maupun psikis lainnya. Bahkan di negara-negara perang, mereka tidak segan menggunakan anak-anak kecil digunakan sebagai pendeteksi ranjau darat-dengan membiarkan mereka menjadi korban ketika ranjau tersebut meledak.

Keuntungan dari buku kedua ‘Totto-chan' digunakan oleh Tetsuko untuk mengadakan berbagai bantuan ke negara-negara miskin, terutama di daerah asia. Dana dari Acara talkshow yang dibintanginya pun juga digunakan untuk mengirim bantuan, salah satunya adalah pengadaan air bersih. Dengan caranya sendiri Tetsuko berhasil membuat hidup mereka memiliki harapan.

Baca juga: 30+ Rekomendasi Situs Baca Manga dan Komik Online Bahasa Indonesia

Tetsuko memperlihatkan makna ‘mendidik' yang seharusnya yaitu membantu anak-anak untuk berkembang dan meraih masa depan yang baik, sesuai keunikan mereka masing-masing, bukannya mendidik mereka menjadi ‘robot-robot' yang dapat diperdaya untuk kepentingan pribadi semata.

 

www.youtube.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.