Berita Nasional Terpercaya

JIHW Sedot Partisipan dari Asia dan Eropa

0

YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Jogja International Heritage Walk(JIHW), sebuah hajatan jalan kaki tingkat dunia. Berlangsung ke-7 di kota istimewa Yogyakarta, selama 2 hari (14-15 November 2015) ratusan peserta dari 18 negara mengikuti kegiatan ini. 
Pada 14 November 2015, pukul 6.00, peserta diberangkatkan dari Mandala Brahma kompleks Candi Prambanan.

Ada 3 rute dengan jarak tempuh berbeda-beda yang diselenggarakan, yaitu 5 km, 10 km, dan 20 km. Peserta rute 20 km diberangkatkan terlebih dahulu, disusul oleh rute 10 km dan 5 km. Meskipun memiliki jarak tempuh yang berbeda, ketiga rute tersebut berakhir di tempat yang sama. Mandala Brahma menjadi tempat keberangkatan dan berakhirnya rute.
?Saya sudah kesekian kali ke Indonesia namun ini merupakan kali pertama saya ke Jogja. Biasanya saya ke Jakarta untuk urusan bisnis,? ungkap Linke, peserta asal Jerman. Ayah tiga anak ini mengaku sudah terbiasa mengikuti event jalan kaki dunia. ?Saya setiap tahun selalu mengikuti event jalan kaki. Biasanya saya pergi bersama dengan teman-teman saya. Kali ini saya pergi sendiri karena teman-teman saya tidak ada yang mau ikut. Indonesia terlalu jauh. Apalagi negara ini berada di garis ekuator sehingga cuacanya pasti sangat panas,” imbuh peserta rute 20 km ini.

Peserta lain yang tak kalah antusias adalah Ye Ho yang berasal dari Taiwan. Sepanjang jalan, peserta rute tempuh 20 km ini selalu berteriak-teriak menyapa warga di desa yang dilalui rute. ?Salama pagi,” demikian salamnya pada warga yang dibalas antusias pula oleh warga.

Tidak sedikit warga yang mencegat dan meminta berfoto bersama. Menurutnya, Indonesia adalah salah satu tuan rumah teramah yang menyelenggarakan event jalan kaki dunia. ?Warga di beberapa negara lain sangat jarang tersenyum. Warga Indonesia selalu tersenyum,? ungkapnya. 

Selain karena keramahannya, Jogja terkenal akan candi-candinya. Demikian ungkap Takahiro, salah seorang peserta asal Jepang. Peserta yang baru tiba di Jogja pada hari H pukul 9 pagi, 3 jam setelah pemberangkatan, ini mengaku sudah 1 tahun 5 bulan tinggal di Indonesia, sehingga tak heran jika ia sudah cukup fasih berbicara bahasa Indonesia. ?Meski sudah cukup lama tinggal di Indonesia. Saya belum pernah ke Jogja. Saya selalu penasaran dengan Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Setelah acara hari pertama, saya bersama dengan seorang teman akan pergi ke Borobudur,? ujar peserta rute 10 km ini.

Selain menyedot peserta dari mancanegara, JIHW juga berhasil menyedot wisatawan domestik. Ada ratusan peserta domestik mengikuti kegiatan jalan kaki dunia. 
?Bos di tempat saya kerja berasal dari Jerman sehingga setiap diadakan event ini kami selalu diajak dan diakomodasi,” ungkap Sigit, peserta asal Mrican, Sleman. Meski diakomodasi oleh bosnya, peserta rute 10 km ini baru pertama kali mengikuti JIHW. ?Ternyata kegiatan ini seperti jalan santai. Tahun depan mungkin saya akan ikut lagi?, imbuhnya.
Indonesia sudah mengadakan event ini tujuh kali, namun Ivonne, salah seorang peserta asal Bandung ini, ternyata baru mengetahuinya. ?Ini pertama kali saya mengikuti kegiatan ini. Saya mendapat informasi dari seorang teman,? kata peserta rute 20 km ini. Pengalaman pertama ini rupanya sangat berkesan bagi Ivonne. Ia berjanji tahun depan akan mengikuti event ini lagi.

Kegiatan hari pertama ini berlangsung meriah. Berbagai kegiatan hiburan lain seperti festival musik, aneka perlombaan seperti mewarnai dan membatik turut menambah kemeriahan acara hari ini. Ratusan orang bergembira hari itu.
Pukul 13.00 tepat, setelah seluruh peserta kembali ke Mandala Brahma, kegiatan hari pertama ditutup. Namun bukan berarti acara sudah selesai, kegiatan hari kedua dibuka kembali esok hari di Imogiri pada pukul 06.00. 
 

Leave A Reply

Your email address will not be published.