Berita Nasional Terpercaya

Perempuan Pengkhayal yang Rancangannya Berkelas

0

Siapa yang tidak pernah mengkhayal?

Mengkhayal itu gratis, namun untuk mewujudkan khayalan itulah yang membutuhkan biaya. Biaya inilah yang seringkali dianggap sebagai penghambat untuk mewujudkan mimpi, padahal mimpi jika diiringi dengan kerja keras akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Gabrielle Bonheur Chanel atau yang lebih kita kenal dengan nama Coco Chanel terlahir di keluarga miskin yang pekerjaannya sehari-hari adalah menjual sayuran. Ketika tinggal di asrama, Coco belajar menjahit. Di sinilah bakatnya sebagai seorang desaigner mulai terlihat. Ia senang menjahit sendiri baju-baju dan topinya-yang ternyata disukai oleh perempuan-perempuan pada masa itu. Coco selalu mengutamakan kebebasan dan aspek kepraktisan perempuan dalam aktivitas kesehariannya, hal ini dapat dilihat dari rancangannya yang serba sederhana namun terlihat berkelas.

Melihat bahwa bidang Fashion memiliki peluang usaha, bersama Pamannya Coco membuka toko pakaian pertamanya. Semakin lama pakaian buatannya semakin berkembang,  menggunakan renda dan mutiara-yang hanya dikenakan oleh perempuan-perempuan kaya pada masa itu. Pada tahun 1910, Coco meluncurkan topi Trim yang membuat namanya melejit. Topi ini menjadi tren mode di seluruh dunia. Sehingga 4 tahun kemudian, Coco membuka dua butik resmi Chanel. Tidak berhenti sampai di sini, Ia juga merambah ke bidang wewangian dengan merilis parfum pertamanya: Chanel No. 5. Parfum itu adalah parfum pertama yang diberi merek dari nama seorang perancang busana.

?I wanted to give a woman comfortable clothes that would flow with her body. A woman is closest to being naked when she is well-dressed?? Coco Chanel asked.

Dalam membuat sebuah desain, Coco selalu mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan, bahkan ia tidak segan untuk melawan arus fashion yang ada di mana pada masa itu perempuan-perempuan kaya mengenakan gaun ?raksasa' dengan rok mengembang, namun Coco membuat celana panjang yang bisa digunakan oleh semua perempuan dari segala kalangan karena lebih praktis dan terjangkau. Coco Chanel adalah sosok perempuan di balik tren mode rok pendek yang memudahkan gerak perempuan dan ?little black dress', gaun hitam dengan potongan sederhana namun elegan, yang hampir semua perempuan di dunia ini mengenalnya.

Coco Chanel begitu dicintai karena memahami perasaan perempuan dalam membuat suatu busana. Coco paham betul seorang perempuan selalu ingin kelihatan cantik—salah satu caranyanya dengan berbusana. Seringkali walaupun kelihatan cantik, busana tersebut kerap kurang nyaman di badan. Inilah yang membuat Coco bersimpati untuk membuat desain yang sederhana namun dapat membuat seorang perempuan terlihat lebih cantik. Ia percaya bahwa seorang perempuan dapat terlihat lebih cantik tanpa harus mengenakan topi lebar dan gaun mengembang. Cukup dengan gaun berpotongan sederhana dan asesoris yang tidak berlebihan, justru seorang perempuan akan terlihat lebih cantik karena kesederhanaannya.

Berawal dari khayalan, Coco Chanel berhasil membangun kerajaannya. Apa khayalanmu? Yuk wujudkan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.