Berita Nasional Terpercaya

Pengarit Rumput Putra Bangsa ini Berhasil Menjadi Penemu Teknologi yang Kini Digunakan Dunia

0

Apa kecepatan akses internet anda saat ini?
GPRS? 3G? Atau 4G?

Maukah anda mendengar kisah dari seorang pemuda yang berawal dari pengarit atau tukang menyabit rumput, yang kini berhasil menemukan sinyal 4G untuk akses internet? Siapa pemuda ini? Bagaimana kisahnya?

Saat penyelenggaran KTT APEC 2013 di Bali, provider terbesar dari Indonesia menggelar uji coba teknologi 4G LTE (Long Term Evolution) di frekuensi 1800 MHz, dengan menggelar 39 BTS 4G LTE dengan cakupan seluruh venue KTT APEC dan sejumlah tempat strategis termasuk Bandara Internasional Ngurah Rai, jalan-jalan utama, hotel-hotel, kawasan Nusa Dua, dan Kuta.

Dengan teknologi 4G di Jakarta, speed test kecepatan download internet dengan menggunakan smartphone bisa mencapai kecepatan download 39,22 Mbps dan upload 20,67 Mbps. Sedangkan di Hongkong, negara yang telah mengadopsi teknologi 4G LTE lebih dulu, kecepatan internet di perumahan lebih mencengangkan. speed test mencatat kecepatan download 74,6 Mbps. Luar biasa bukan?

Siapakah yang berjasa dalam teknologi ini? dan siapa penemunya ?

Indonesia patut berbangga, karena salah seorang putranya sukses menjadi penemu teknologi 4G. Dialah Prof. Khoirul Anwar, putra bangsa yang lahir pada 22 Agustus 1978 di Kediri, Jawa Timur. Khoirul menemukan dan sekaligus menjadi pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).

Tapi tahukah Anda, penemu teknologi ini ternyata dulunya seorang pengarit atau pencari rumput? Penasaran?

Sejak kecil Khoirul memang sudah menyukai dunia sains. Buku tentang tokoh ilmuwan seperti Albert Einstein dan Michael Faraday sampai tuntas dia baca. 

Pada tahun 1990 saat ayahnya meninggal dunia, cita-citanya yang tinggi sempat terhalang oleh masalah ekonomi, membuat Khoirul harus bekerja sebagai pengarit rumput untuk bisa memenuhi kehidupannya. Hari demi hari, hasil uang tabungan yang didapat Khoirul yang kala itu sebagai pengarit rumput terkumpul lumayan besar. Kini berkat tekad yang kuat akhirnya sang profesor muda ini mampu menyelasaikan program studinya.

Khoirul Anwar adalah alumni Teknik Elektronik ITB yang tamat dengan predikat cumlaude di tahun 2000, kemudian ia melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor pada 2008. Beliau juga penerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, di California.

Penemuan teknologi 4G berbasis OFDM diawalinya dengan ide mengurangi daya transmisi untuk meningkatkan kecepatan transmisi data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari teknologi sebelumnya) dan hasilnya kecepatan transmisi meningkat.

Pada paten keduanya, Khoirul Anwar kembali membuat dunia kagum, kali ini adalah menghapus sama sekali guard interval/GI, tentu saja ini malah membuat frekuensi yang berbeda akan bertabrakan, alih-alih menambah kecepatan.

Namun, profesor muda ini mengompensasi risiko tersebut dengan mengembangkan algoritma khusus di laboratoriu. Hasilnya interferensi tersebut dapat diatasi dengan unjuk kerja yang sama seperti sistem biasa dengan adanya GI.
Asisten Professor di JAIST ini masih terus mengasah kemampuannya. Meski berprestasi cemerlang di Jepang, Khoirul Anwar menyimpan keinginan untuk kembali ke Indonesia jika telah menjadi salah satu tokoh terkemuka di bidang telekomunikasi.

Luar biasa sekali bukan? Nah seorang pengarit rumput saja bisa menjadi penemu hebat. Jika anda bagaimana? Mulai sekarang anda ingin belajar menjadi pribadi yang lebih baik?

Leave A Reply

Your email address will not be published.