Berita Nasional Terpercaya

Meski Buta dan Tuli, Ia Menguasai 5 Bahasa Asing dan Tamat dengan Predikat Magna Sum Laude

0

Pernahkah anda berjalan dengan mata tertutup? Mudah, atau sulit?
Berapa banyak hal yang dapat anda lakukan ketika mata anda tidak dapat melihat? Banyak, atau sedikit?
Dan bagaimana jika selain tidak dapat melihat, anda juga tidak dapat mendengar?
Bagaimana jika itu benar-benar terjadi dengan anda. Apa yang dapat anda lakukan?
Percayakah anda bahwa ada orang yang tidak dapat melihat dan mendengar dapat menjadi seorang aktivis politik, penulis, dan dosen di sebuah universitas?

Pada tanggal 27 Juni 1880 di Tuscumbia, Alabama, lahir seorang anak perempuan yang sehat dan lucu. Orang tuanya sangat senang karena memiliki seorang anak perempuan yang telah lama diidamkan.

Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!

Bayi perempuan ini tumbuh sebagai anak yang aktif dan lincah. Namun, pada bulan Februari tahun 1882 saat ia menginjak usia 19 bulan, ia diserang penyakit yang menyebabkannya menjadi buta dan tuli. Ia menjadi frustasi karena kesulitan berkomunikasi, sering marah, dan sulit diajar.  Ia terus berusaha untuk berbicara, namun tak seorang pun dapat memahaminya termasuk orang tuanya sendiri. Hal ini membuatnya sering mengamuk dengan membuang semua benda-benda yang ada di sekitarnya.

Pada 3 Maret 1887 saat usianya menginjak 7 tahun orang tuanya mempercayai Anne Sullivan menjadi guru pribadi dan pembimbingnya agar menjadi lebih baik. Anne juga pernah mengalami hal yang serupa dengannya saat berusia 14 tahun. Lalu Anne bersekolah di sekolah khusus orang cacat. Anne yang awalnya buta mendapatkan penglihatannya kembali setelah menjalani operasi. Pengalaman itu memicunya untuk giat belajar dan menjadi guru yang sangat baik. 

Guru pribadi dan pendampingnya itu mulai mengoreksi kebiasaan buruk yang dilakukan oleh perempuan malang tersebut. Setiap kali ia mengamuk, pembimbingnya mendiamkannya saja sampai ia tenang. Awal proses belajarnya sang guru pembimbingnya memberikan sebuah boneka kepadanya dan mengejakan kata b-o-n-e-k-a ditangannya. Iapun terpesona dan ganti mengejanya di telapak tangan pembimbingnya. ia sangat senang. Ia cepat sekali menangkap apa yang diajarkan oleh guru pembimbingnya.

Ia tidak dapat sepenuhnya memahami apa artinya. Guru pembimbingnya tidak hanya berjuang untuk mencoba membantunya memahami, ia juga mencoba berjuang mengontrol kelakuan buruknya yang terus berlanjut. Mulai saat itu guru pendampingnya selalu mengejakan nama-nama benda di telapak tangannya.

Baca juga: Mengenal Teks Berita, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh Penulisannya

Setelah sekian lama ditemani oleh Anne, Kemajuan yang terjadi kepadanya sangat mencengangkan. Kemampuannya untuk belajar berkembang pesat melampaui apa yang pernah dipikirkan oleh orang lain sebelumnya dalam diri seseorang yang tanpa penglihatan atau pendengaran.

Ia diajari membaca menggunakan huruf Braille sampai mengerti apa maksudnya. Melalui huruf Braille ia belajar bahasa Perancis, Jerman, Yunani dan Latin yang semakin menambah wawasannya. Tidak hanya itu, dengan Braille iapun mulai membaca buku seperti Snow White and the seven Dwarf dan Little Ugly Duckling. Secara bertahap ia mulai mengenal dunia luar.

Ia kemudian bersekolah di sekolah luar biasa. Di sana ia belajar menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan teman-temannya. Pada usia 20 tahun, ia kuliah di Radcliffe College, cabang Universitas Harvard khusus wanita. Annie menemaninya untuk membacakan buku pelajaran, huruf demi huruf melalui tangannya dalam huruf Braille. Hanya 4 tahun pada 28 Juni 1904 ia lulus dari Perguruan Tinggi Radcliffe,  ia lulus dengan predikat magna cum laude. Dia adalah orang tuna rungu dan tuna netra pertama yang lulus dari universitas.

Pada tahun 1914, ia berkeliling Amerika untuk menjadi aktivis, konselor, maupun dosen terutama untuk anak-anak yang memiliki keterbatasan seperti dirinya. Dengan didampingi Anne, ia juga mengunjungi para tentara di sekeliling Eropa yang terlibat Perang Dunia II. Pada tahun 1923, ia menjadi juru bicara bagi American Foundation for the Blind dan mengurus penggalangan dana, serta pengembangan sistem pendidikan yang lebih baik bagi penderita keterbatasan fisik.

Baca juga: Mengenal Jenis Puisi Lama dan Puisi Baru serta Contohnya

Perempuan tersebut adalah Helen Adams Keller, Seorang aktivis sosial Amerika terkenal, Helen Keller, mengatasi cacat jasmaninya dengan tekad baja yang luar biasa. Bukan saja ia berhasil menyelesaikan studi universitasnya namun juga karena fasihnya dalam berbahas asing sampai menguasai lima bahasa serta menulis 14 karya klasik. salah satu bukunya yang terkenal adalah The World I Live In dan The Story of My Life yang menjadi literatur klasik di Amerika Ia juga merupakan seorang aktivis politik dan dosen di Amerika.

Sungguh tiada hambatan untuk menjadi sukses, bukan?

Leave A Reply

Your email address will not be published.