Berita Nasional Terpercaya

Baru 40 Persen Guru SD Lulus S1

0

JOGJA,HarianBernas.com–Hingga saat ini baru 40 persen guru Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Indonesia yang lulus Sarjana (S1). Padahal sesuai Undang-undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 sudah berjalan sepuluh tahun terakhir, seluruh guru SD minimal berpendidikan S1.

“Karena belum lulus sarjana, maka masih 60 persen guru SD dan TK yang belum bisa ikut sertifikasi,” ungkap Ketua PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Usman Tonda MH MPd disela Skill Upgrading of Lead Organizer yang digelar PB PGRI di Ibis Style Hotel, Rabu (18/11).

Menurut Usman, pemerintah perlu didorong untuk membantu para guru meningkatkan kompetensi mereka. Selain melalui kualifikasi dan bantuan pendidikan, pemerintah bisa melaksanakan program pemerataan guru SD di berbagai daerah.

Hal itu dibutuhkan karena pada 2017 mendatang, sekitar 330 ribu guru SD di seluruh Indonesia akan pensiun. Karenanya kebutuhan guru di masa mendatang akan semakin besar.

“Jangan sampai sekolah kekurangan guru karena pensiun,” ujarnya.

Usman menyebutkan, dalam rangka meningkatkan kompetensi guru, PB PGRI juga melaksanakan sejumlah program seperti “upgrading skill” atau peningkatan ketrampilan. Dalam kegiatan kali ini, para guru yang menjadi pemimpin di tingkat kabupaten kota/kabupaten seluruh Indoensia diberikan pelatihan. Diharapkan mereka nantinya menjadi penggerak kegiatan PGRI.

Pilot project kali ini diikuti guru-guru yang merupakan perwakilan dari 18 provinsi. Para guru itu merupakan potret kondisi guru dan kualitas pendidikan di masing-masing provinsi. Mereka belajar tentang peningkatan kapasitas kepemimpinan, ketrampilan menulis, manajemen dana PGRI, gender dan lainnya.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para guru dapat menjadi sampel dari provinsi lain dalam rangka meningkatkan kualitas guru dan pendidikan di daerah. Kedepan rencananya pelatihan akan dilaksanakan menyeluruh bagi guru-guru di 34 provinsi pada tahun 2017,” ungkapnya.

Sementara Anggoro Rulianto sebagai salah satu pelatih ketrampilan menulis para guru, mengungkapkan, para guru bisa mengembangkan berbagai ide untuk menulis tentang kegiatan organisasi PGRI maupun lainnya.

“Yang terpenting para guru menguasai materi untuk pembuatan rilis PGRI bila ingin mengkampanyekan organisasi mereka,” imbuhnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.