Berita Nasional Terpercaya

Mengerjakan Semua Soal Walaupun Tidak Paham

0

KEBUMEN, HarianBernas.com– Bagi sebagian guru, Uji Kompetensi Guru (UKG) bisa dianggap momok, karena mengkawatirkan. Hasil UKG dianggap menentukan penghasilan mereka. Hal ini yang menyebabkan, mengikuti  UKG dengan sistem online, menjadikan sebagian guru tidak siap  mental dengan hasil   yang dicapai. Siap tidak siap mereka harus mengikuti UKG.

?Wah ora mudeng (paham) pak,? ujar seorang ibu guru sebuah SD  yang jauh dari perkotaan, kepada Harian Bernas usai mengikuti  UKG di SMP Negeri 3 Kebumen,  Rabu (18/1). Menurut Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kebumen, Drs. Edy Sukamsi, M.Pd, ada 9941 orang guru  dijadwalkan mengikuti  UKG. Peserta terbanyak guru SD dengan jumlah 4813 orang guru.

Jawaban yang sama juga dilontarkan beberapa guru SD. Meskipun mengaku kesulitan untuk  menjawab 80 soal, mereka bisa mengerjakan  semua soal dengan waktu 120 menit. ?Soalnya tiap guru berbeda ? beda,  sehingga tidak mungkin mereka saling menyontek  jawaban,? begitu ungkap salah seorang guru yang mengikuti UKG.

Jawaban yang tersedia berbentuk pilihan atau multiple choice saja sudah membuat kesulitan bagi beberapa guru. Mereka tidak dapat membayangkan bagaimana hasilnya, bila soal-soal tersebut berupa pernyataan. Sebagian diantara mereka mengakui belum begitu familiar dengan komputer.

Kepala SMP Negeri 3 Kebumen, Martiyono, S.Pd., M.Pd kepada Harian Bernas menjelaskan bahwa SMP Negeri 3 Kebumen menjadi salah satu tempat yang dijadikan tempat untuk penyelenggaraan UKG. Sekolah memberi kesempatan kepada guru peserta UKG untuk latihan menggunakan dan mengoperasikan komputer. Sayangnya tidak banyak guru yang menanfaatkan  kesempatan  berlatih.

Dalam UKG, terdapat tiga sesi. Sesi pertama merupakan latihan soal dengan jumlah 10 soal dan waktu 15 menit, sesi kedua merupakan ujian dengan jumlah 60, 80, atau 100 soal dengan waktu 120 menit, dan sesi ketiga merupakan survey.

Pengerjaan soal  ujian, tidak harus berbarengan pada jam dan menit yang sama. Waktu 120 menit dihitung mundur di komputer sejak peserta UKG bisa membuka soal nomor  1.  Komputer akan berhenti memberi soal, jika waktu sudah habis. ?Tadi gelombang pertama tidak masalah,? kata Martiyono.

Edy Sukamsi menjelaskan,  secara umum penyelenggaraan UKG  di Kebumen  hari pertama, Rabu (18/11) berjalan lancar.  Ada pemadaman  listrik di SMK N 1 Kebumen dan Karangnyar.  Mengganggu sedikit,   panitia memundurkan  waktu. ? Di Kota Kebumen, ada penebangan pohon,  kami sudah minta kepada PLN,  jangan ada pedamanan saat ada UKG,? kata Edy Sukamsi.(nwh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.