Berita Nasional Terpercaya

Anggaran Pengangkatan Guru Honorer Hilang, PGRI Sewot

0

JAKARTA,HarianBernas.com–Rencana pemerintah untuk mengangkat guru honorer menjadi pegawai tetap atau pegawai negeri sipil (PNS) dipertanyakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sebab, selama ini rencana tersebut mengambang karena anggaran tidak tercantum dalam APBN 2016.

“Pada September lalu, pemerintah melalui Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menjanjikan akan mengangkat sejumlah guru honorer menjadi PNS, tapi kemudian menyerahkannya kepada DPR RI,” kata Ketua Umum PGRI Sulistio di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (18/11).

Dalam diskusi “Upaya Mencerdaskan Bangsa”, Sulistio mengatakan bahwa Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi belakangan mengatakan bahwa Kemen PAN-RB tidak memiliki anggaran untuk pengangkatan guru honorer, tapi DPR RI yang memiliki fungsi budgetting untuk mengusulkan anggaran di APBN. Ketika PGRI bertemuanggota DPR RI, mereka juga berjanji akan menyetujui anggaran penangkatan guru honorer pada APBN 2016. “Tapi saat APBN 2016 disetujui, anggaran pengangkatan guru honorer itu malah hilang. Kami tidak tahu mengapa tiba-tiba hilang,” kata Sulistio.

Dikatakan, PGRI akan menelusuri siapa yang menghilangkan anggaran pengangkatan guru honorer tersebut. Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan guru honorer terjadi karena janji pemerintah belum terealisasi. Sulistio yang juga anggota DPD RI dari Provinsi Jawa Tengah mengatakan, ada tiga tahap guru yang akan diangkat ratusan diangkat pada 2016, 439.956 guru akan diangkat hingga empat tahun mendatang dan sekitar 1,1 juta guru honorer statusnya tidak jelas. Sementara guru sekolah di daerah masih kurang.

Menurut Sulistio, sekolah-sekolah dapat beroperasi secara normal karena adanya guru honorer dan guru bantu. Karena itu, kalau guru honorer mogok mengajar dan melakukan unjuk rasa, maka banyak murid yang tidak bisa belajar.

Ratusan siswa/siswi mengikuti kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) 2015 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (18/11). Bila guru mogok, mereka akan terlantar. (YUDHI MAHATMA/ANTARA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.