Berita Nasional Terpercaya

“Histeria” Pengungsi di AS Dikecam

0

MANILA,HarianBernas.com–“Histeria” domestik AS tentang risiko keamanan yang ditimbulkan oleh pengungsi Suriah dikecam. Musuh politik Presiden AS Barack Obama pun dituduh telah mengutuk “janda dan anak yatim.” Tak seperti biasa, Obama menyerang para politisi AS yang menyerukan pembatasan imigran pascateror Paris, Perancis.

Presden Obama yang saat ini berada di Manila, Filipina itu menyebut seruan adanya aturan yang berbeda antara imigran kristen dan non-kristen sebagai “ofensif dan bertentangan dengan nilai-nilai Amerika”. Debat pemilu tentang migrasi dinilai Obama hanya membantu kelompok bersenjata IS.

Seotang terduga ekstrimis dari kelompok bersenjata ISIS menewaskan 129 orang dan melukai ratusan orang lainnya dalam serangan terkoordinasi di Paris, Jumat lalu. Dugaan bahwa beberapa penyerang merupakan imigran memunculkan komentar keras pada kampanye pemilu 2016 dari kandidat Partai Republik Senator Ted Cruz.

Obama menilai para kandidat Presiden telah memanfaatkan ketakutan guna mencetak poin politik atau mendorong kampanye mereka. “Dan itu tidak bertanggung jawab. Ini perlu berhenti karena dunia sedang menonton,” kata Obama.

Setengah dari gubernur di 50 negara bagian AS mendesak Obama agar menghentikan rencana menerima 10.000 pengungsi Suriah pada tahun fiskal ini. Menurut Obama, pihaknya tidak mengatasi dengan baik dalam menanggapi serangan teroris sehingga berubah menjadi ketakutan dan panik. Pemerintar tidak membuat keputusan yang baik jika tidak didasarkan pada histeria atau risiko yang berlebihan. Para kandidat presiden dinilai Obama takut kalau janda dan anak yatim datang ke Amerika Serikat.

Sementara Kepala Staf Gedung Putih Denis McDonough dan para pejabat tinggi pemerintah AS, Rabu (18/11) kemarin mendesak 34 gubernur negara bagian agar menghindari langkah-langkah yang akan memblokir pengungsi Timur Tengah. Para pejabat diminta untuk memberi “penjelasan kepada para gubernur tentang proses pemeriksaan keamanan yang ketat” selama hampir 90 menit.

Di Manila, Obama mencoba menekankan bahwa pemeriksaan saat ini sangat ketat dan akan menyingkirkan milisi. Dikatakan, berdasarkan hukum yang ada, di mana saja dibutuhkan rata-rata 18 sampai 24 bulan untuk memproses pengungsi yang datang ke Amerika Serikat. “Mereka mengikuti proses paling ketat yang dapat dibayangkan. Komunitas intelijen sepenuhnya memeriksa siapa mereka sebenarnya,” kata Obama.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.