Berita Nasional Terpercaya

Tawarkan Pramugari Janda, Co-Pilot Diberhentikan

0

SORONG, HarianBernas.com–Entah serius atau bercana, seorang pilot dan co-pilot Lion Air “menawarkan” seorang pramugari yang bersatus janda kepada para penumpang. Tak tanggung-tanggung, penawaran dilakukan melalui pengeras suara. Namun, ada penumpang yang tidak menerima “candaan” itu.

Hal itu terjadi dalam penerbangan Lion Air dari Surabaya menuju Denpasar, Bali, Sabtu (14/11) lalu. Dalam penerbangan itu, co-pilot Lion Air dengan nomor penerbangan JT 990 melalui pengeras suara mengucapkan selamat ulang tahun kepada salah satu pramugari yang berstatus janda sekaligus menawarkan janda tersebut kepada penumpang.

Kasus ini terungkap setelah salah satu penumpang yang merasa terusik dengan kejadian itu, Lambertus Maengkom, mengadukan hal itu ke kotak pengaduan Lion Air di Surabaya. Apalagi, sang penumpang mendengar suara desahan dari pengeras suara di cockpit dan penerbangan tersebut pun sempat terlambat tiga jam.

Atas kejadian itu, Kemenhub kini melakukan investigasi bersama Manajamen Lion Group atas pelanggaran prosedur penerbangan oleh co-pilot Lion Air dengan penerbangan JT 990 rute Surabaya-Denpasar. Dalam kunjungan kerja ke Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, Kamis (18/11), Menteri Perhubungan Ignasius Jonan  mengatakan telah memerintahkan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub untuk melakukan investigas tersebut. “Bersama-sama manajamen Lion Air, saya sudah perintahkan untuk memeriksa pilot terkait kejadian tersebut,” kata Menteri Kemenhub Jonan.

Dia mengatakan jika terbukti melakukan pelanggaran, co-polot akan diberikan sanksi. “Sanksi paling berat akan di-suspend (dibekukan lisensi pilotnya). Kalau 'grounded' (skors) sudah dilakukan pihak maskapai untuk dimintai keterangan,” tutur Jonan.

Dia mengatakan sanksi hanya ditunjukan untuk pilot bersangkutan, tidak untuk maskapai. “Karena ini masalah personal,” kata Jonan. Direktur Utama Lion Group Edward Sirait membenarkan bahwa co-pilotnya melakukan pelanggaran prosedur penerbangan dengan melakukan perbuatan tidak pantas di dalam “cockpit” melalui pengeras suara. Menurut Edwarwd, bila terbukti ada pelanggaran maka co-pilot akan diberi sanksi tegas sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Dalam laporannya, Lambertus Maengkom secara lengkap membeberkan tingkah laku sang pilot yang menawarkan pramugari berstatus janda kepada penumpang. Hal ini sebagai kompensasi atas keterlambatan pesawat tersebut mengudara.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.