Berita Nasional Terpercaya

Produk Sepatu Pelepah Pisang yang Mendunia ini Buatan Ibu Rumah Tangga, Kini Beromzet Puluhan Juta Per Bulan

0

BENGKULU, HarianBernas.com – Apa yang terbayang di benakmu saat mendengar bisnis sepatu pelepah pisang?

“Ahh.. pasti omset jualnya juga dikit, nggak akan bisa menjamin masa depanku “

Pesimiskah kamu ketika ditawari bisnis itu?

Pelepah atau batang pisang memang sesuatu yang amat sepele dan sederhana. Namun dengan kreativitas, hal yang sepele itu bisa dijadikan karya yang luar biasa dan membanggakan. Hal inilah yang dilakukan oleh Suminah, wanita 46 tahuh asal Bengkulu yang menjadikan pelepah pisang menjadi produk sepatu yang luar biasa.

Dengan membuat motif batik khas Bengkulu, sepatu buatan Suminah akhirnya mampu menembus pasar internasional dengan keuntungan yang berlipat-lipat. Pemilihan bahan pelepah pisang dari pohonnya sendiri dikatakan oleh Suminah karena kebun pisang seluas setengah hektar yang ia miliki di belakang rumahnya tak berfungsi maksimal.

Baca juga: Tertarik menjadi CEO atau Owner? Simak perbedaan keduanya

Pada saat awal mula usaha yaitu pada tahun 2012, Suminah sempat dikira gila oleh orang-orang di sekitarnya. Hal itu karena kegiatannya mengumpulkan pelepah pisang dianggap seperti orang kurang kerjaan. Namun, ejekan itu sudah tak terbukti lagi dan bahkan menampar wajah para pengkritik tadi. Keberhasilan Suminah membuat dan memasarkan sepatu pelepah pisang miliknya telah mencapai pasar luar negeri. Kini produk dan karya Suminah ini pun juga telah mampu memberdayakan penduduk Desa Harapan Makmur, Kecamatan Pondok Kumbang, Bengkulu.

Kesuksesan yang telah diraih wanita kelahiran Nganjuk, 12 Agustus 1968 ini bukanlah tanpa hambatan. Kendala utama yang dialami Suminah saat menjalankan usaha ini adalah ketika ingin mendapatkan bahan baku berkualitas. Periode ini diakui Suminah sebagai periode terberat. Pelepah pisang yang memiliki serat bertekstur khusus memang memiliki kesulitan sendiri dalam pengolahannya. Bahan yang memiliki kadar air tinggi serta sangat bergetah ini membutuhkan proses panjang untuk bisa dijadikan bahan baku yang benar-benar layak diolah menjadi sepatu.

Kendala bahan ini menjadi semakin memburuk saat orang-orang di sekitar Suminah menganggap dirinya tidak waras dan gila. Dalam keadaan inilah Suminah pernah berpikiran untuk berhenti.

Dengan usaha pantang menyerah dan segala ide inovasi yang dimiliki Suminah, akhirnya wanita yang kini menjadi duta wirausaha BNI ini menemukan solusi untuk bahan pelepah pisangnya. Formula menciptakan bahan terbaiknya ini didapat dengan cara pengeringan menggunakan oven. Setelah yakin dengan formula yang diciptakan, Suminah pun mulai membuat sepatu pertamanya bermodalkan desain dan pola yang didapat pada saat ia mengikuti sebuah pelatihan.

Kini usaha Suminah yang bermodal awal sekitar Rp 200 ribu ini telah sukses besar. Bagaimana tidak, usaha yang telah diperjuangkannya ini telah mampu menghasilkan omzet Rp 40 juta per bulan.

Harga sepatu kreasi Suminah sendiri sangat terjangkau yakni berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu. Soal pemasaran, jangan ditanya lagi, produk yang semula dianggap sepele itu kini telah dipasarkan ke seluruh Indonesia dan juga ke Tiongkok dan sejumlah negara Asia.

“Gimana pendapatmu setelah membaca kisah perjuangan Suminah? “

“Masih gengsi dengan peluang usaha 'sepele' di sekitarmu?”

Semoga termotivasi ya!

Baca juga: Tujuan Karir Jangka Panjang yang Membuat Anda Dilirik Perusahaan

Leave A Reply

Your email address will not be published.