Berita Nasional Terpercaya

Menanam Pohon Menyelamatkan Mata Air

0

KEBUMEN, HarianBernas.com -Menanam pohon menyelamatkan mata air. Itu kegiatan  yang dilakukan 60 orang siswa SMA Negeri 1 Karanganyar di hutan pinus milik Perhutani di Desa Karangmaja, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, Kamis (19/11).  Kegiatan ini dalam rangka HUT sekolah ke -35,  bekerja sama dengan Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karanganyar dan Lembaga  Masyarakat Daerah Hutan (LMDH) Wana Dadi, Desa Karangmaja. 

Lokasi  tempat penanaman 400 pohon trembesi dan jati berada di sekitar mata air yang digunakan warga di sekitarnya justru di saat musim kemarau. Saat musim penghujan, mata air yang diberi nama mata air asinan tidak dimanfaatkan warga. ? Air ini hanya digunakan warga, saat musim kemarau,  musim hujan tidak,? kata Kepala Desa Karangmaja Kasidi (55) kepada  HarianBernas.com di sela penanaman pohon.

Mata air asinan adalah salah satu dari tiga mata air yang masih ada airnya di musim kemarau di Karangmaja. Ketiga mata air digunakan penduduk di sekitarnya pada musim kemarau. Mata air asinan malah digunakan warga desa lain, seperti warga Desa Karangreja, Kecamatan Karanggayam.  Di musim kemarau, sejak dini hari hingga petang air dimanfaatkan penduduk.? Biasanya mandi dan cuci di sini, pulangnya bawa air dengan jerigen,” kata Karsidi.

Asper/Kepala BKPH Karanganyar Mahmud yang didampingi Kepala SMAN Negeri 1 Karanganyar Harnoto Aji kepada HarianBernas.com menjelaskan, di wilayah kerjanya yang meliputi Kecamatan Karanganyar, Karanggayam, dan sebagian Kecamatan Sempor, penanaman pohon untuk konservasi hutan dan menyelamatkan mata air dilaksanakan di tujuh daerah LMDH. Jumlah pohon yang ditanam sebanyak 4.000 batang pohon.  ?Pohon-pohon ditanam di sempadan sungai untuk melestarikan mata air,” kata Mahmud.

Jenis tanaman yang ditanam, selain pohon trembesi dan jati,  juga ada pohon pucung/kluwek (disambiguasi) dan pohon aren (Arenga pinnata). Pohon pucung dan  aren ditanam di sempadan sungai dengan tujuan pohon itu tidak ditebang karena sepanjang pohon itu hidup bisa dimanfaatkan buahnya.   

Pohon pucung  buahnya biasa disebut kluwek,  biasa digunakan untuk masak rawon. Pohon aren,  buahnya  menjadi kolang-kaling.  Sifat kedua pohon  perakarannya bisa menyerap dan menyimpan air sehingga mata air-mata air yang ada bisa  terselamatkan,” lanjut Mahmud.

Harnoto Aji menambahkan, kegiatan menanam pohon untuk menyelamatkan mata air sebagai wujud siswa peduli akan pentingnya air dan mata air bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, di HUT ke-35 sekolah atau lustrum ke-7, sekolah ini menjalin kerja sama dengan Perhutani, menanam pohon untuk menyelamatkan mata air.

Leave A Reply

Your email address will not be published.