Berita Nasional Terpercaya

Mantan Penjual Petasan Ini Beberkan Rahasia Kepemimpinan Sewaktu Jadi Walikota

0

JOGJA, HarianBernas.com – ?Pemimpin itu pemimpi. Pemimpin juga harus punya pengaruh dan inspirasi. Meski jangan mengejar jabatan, namun kepemimpinan lebih efektif jika punya jabatan,? demikian pokok-pokok kepemimpinan Herry Zudianto, walikota Yogyakarta dua periode sejak 2001 hingga 2011 ini di forum Indonesian Youth Dream, di Yogyakarta, Jumat (20/11).

Kang Herry?demikian ia biasa dipanggil, hadir memberi kuliah umum bertema ?Dream, You, and Our Nation? yang diikuti 120 orang muda dari seluruh Indonesia. Ia diundang untuk berbagi pengalaman bagaimana mengubah wajah birokrasi di Yogyakarta menjadi transparan dan bersih, hingga tahun 2010, bersama Walikota Surakarta Joko Widodo?yang kini Presiden Republik Indonesia?, memperoleh Bung Hatta Anti Corruption Award.

Menjadi ?kepala pelayan masyarakat??demikian ia lebih suka membahasakan jabatan walikotanya?diakuinya bukan cita-cita. Ia tak pernah bercita-cita menjadi pejabat. Bahkan, menjadi pegawai negeri saja tak pernah ia tempuh tesnya. Jika kemudian ia menjadi walikota, katanya, lebih karena panggilan untuk mengabdi kepada masyarakat setelah puluhan tahun berkecimpung sebagai pengusaha.

Jiwa wirausaha, kisahnya, sudah muncul sejak SD. ?SD saya sudah jualan mercon (petasan-red) di Malioboro,? ungkapnya tentang kebadungan di masa kanak-kanak. SMP, lanjutnya, ia sudah pergi ke Jakarta untuk berbelanja barang dagangan. SMA ia sudah menyewakan sound system untuk pesta. ?Kuliah saya jual buku teks secara kredit kepada teman-teman,? akunya disambut tepuk tangan.

Lulusan akuntansi UGM ini mengungkapkan, ia sempat setahun kuliah di fakultas teknik demi memenuhi permintaan orangtua menjadi insinyur. ?Saya tidak nyaman. Kuliah sejam serasa sehari,? singkapnya. Ia pun kemudian memutuskan kuliah di jurusan yang memang menjadi impiannya. ?Passion saya jadi wiraswasta. Ini penting. Passion,? tandas Ketua Umum Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga Ketua RW 02 Golo Umbulharjo Yogyakarta ini.

Dengan passion, lanjutnya, ia bisa bekerja sepenuh hati tanpa mengejar jabatan. Baginya, jabatan itu amanah, dan sementara. Ia merasa puas ketika ada orang yang tidak dikenal menghampirinya dan mengucapkan terima kasih atas kebijakannya. ?Mimpi besar harus diwujudkan dengan langkah-langkah kecil,? nasihatnya.

Maka, pemilik usaha Margaria Group yang membawahkan 1.000 karyawan ini mengaku sedih ketika mendapati putrinya tak merasa nyaman dengan kuliahnya. Tuturnya, sang putri yang dokter gigi kini kuliah di Amerika Serikat untuk mengambil konsentras di bidang desain. Gelar dokter gigi tak dipakainya. Ia memilih jadi wiraswasta. ?Rupanya, dulu ia ingin kuliah ISI tak diperbolehkan ibunya. Dan saya tidak tahu. Alhamdulillah sekarang ia menemukan passionnya,? tukas HZ.

Tentang kepemimpinan, HZ berbagi rahasia. Seorang pemimpin, ujarnya, harus berani mengambil keputusan. Keputusan pun harus diambil pada momentum yang tepat. Di sini susahnya. Bahkan, keputusan yang paling sulit harus diambil pemimpin adalah menentukan yang paling tidak buruk dari antara yang buruk-buruk (minus malum). Dan ini butuh keberanian.

Ia mencontohkan kesuksesannya memindahkan pedagang di Shopping Center ketika tempat itu mau disulap menjadi Taman Pintar. ?Hakikat manusia itu takut perubahan. Apalagi jika menyangkut perut. Maka, perlu pendekatan khusus untuk meluluhkan hati mereka,? ujar anggota Majelis Wali Amanah Universitas Gadjah Mada ini.

Pertama, pemimpin harus rendah hati. Kedua, terbuka (open mind). Dan ketiga, selalu berpikir positif. Ia mencontohkan, tak sedikit penentang kebijakannya kala itu. Ketika ada yang menentang, ia tak menganggap mereka musuk. Sebaiknya, ia ajak mereka berdialog. Ia cek apakah penolakan itu akibat informasi yang tidak utuh sampai ke telinga mereka, atau jangan-jangan pikiran mereka yang tidak mampu menjangkau mimpi-mimpi pemimpinnya. Di sinilah, tegasnya, pentingnya pemimpin menyeimbangkan value dan sistem.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.