Berita Nasional Terpercaya

Mahasiswa UMY Jadi Motivator di China

0

JOGJA,HarianBernas.com–Sebanyak dua mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yakni Aisyah Mumary Songbatumis dan Aristianto terpilih mengikuti '13th Asia TEFL International Conference (Creating the Future for ELT in Asia: Opportunities and Directions)' di Nanjing International Youth Cultural Center, Nanjing, China pada 6-8 November lalu. Dalam konferensi tersebut, mereka memaparkan hasil penelitiannya.

Kedua mahasiswa tersebut merupakan peserta termuda karena masih mahasiswa. Peserta lainnya merupakan dosen, mahasiswa Pascasarjana (S2), doktor dan para guru dari berbagai negara di Asia.

“Kami jadi seperti motivator bagi peserta karena mereka ingin mahasiswanya seperti kami,” ungkap Aisyah di kampus setempat, Jumat (20/11).

Menurut mahasiswa semester 5 itu, keikutsertaan mereka berawal dari coba-coba. Mereka mengirimkan jurnal dari hasil penelitiannya untuk diikutikan dalam call for paper ke panitia penyelenggara.

Penelitian mereka tentang Intercultural Awareness dalam Belajar Bahasa Inggris dengan tema ?Reinforching Intercultural Awareness Teaching in EFL Classroom True Clarify The Types and Advance?. Tema penelitian itu dipilih berdasarkan pengalaman mereka dalam mengaplikasikan Bahasa Inggris dalam budaya.

“Minimnya penguasaan budaya kita terhadap lawan bicara membuat kita sulit menggunakan bahasa Inggris,” jelasnya.

Aisyah menyebutkan, dalam penelitian tersebut mereka melakukan wawancara dengan mahasiswa yang mengikuti program student exchange. Keduanya menggunakan metode kualitatif dalam penelitian tersebut.

Dari hasil penelitian mereka menemukan enam tipe budaya yang sering terjadi ketika seseorang berkomunikasi dengan orang dari luar negeri. Yakni language experience, daily interactions, local culture, behaviors, attitude and norms, dan academic.

“Kami berpikir perlu adanya pemahaman budaya untuk diajarkan dalam bahasa inggris,” ungkapnya.

Sementara Aristianto menjelaskan, dalam konferensi tersebut mereka melakukan presentasi selama 20 menit. Pengalaman berharga tersebut membuat mereka semangat untuk terus berkarya.

“Peserta yang ikut dalam konferensi itu tidak hanya dari jurusan pendidikan bahasa inggris namun juga berbagai jurusan yang peduli dengan dunia pendidikan,” jelasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.