Berita Nasional Terpercaya

Berkostum Lucu Saat Kemoterapi, Remaja Pengidap Kanker Ini Percaya Bahwa Senyum Adalah Obat

0

HarianBernas.com –  Siapa yang tidak sedih bila mendapat kabar bahwa seseorang yang kamu sayangi atau teman terdekatmu didiagnosa kanker?

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Meski penyakit kanker dapat diobati, tetapi  banyak pula yang tak bisa diselamatkan dan akhirnya meninggal dunia. Tidak ingin tenggelam dalam kesedihan karena didiagnosa metastatic medulloblastoma (tumor otak), aku  justru melakukan hal yang tak banyak dipikirkan orang lain, yaitu memakai berbagai kostum saat melakukan pengobatan dan perawatan di rumah sakit.

Aku yang kini berumur 21 tahun merupakan mahasiswa kedokteran dari Australia  justru menghibur keluarga, teman-temanku, dan sesama pasien kanker dengan foto-foto lucu mengenakan berbagai kostum. Ide ini pertama kali muncul saat ayahku mencoba menghiburku di kamar rumah sakit tempatku menginap.

Aku ingin memberi tahu bahwa di samping tempat tidurku  terdapat  jendela cukup besar yang memperlihatkan lantai dua yang dipenuhi dinding kaca dan koridor. Dari situ terlihat ada orang-orang yang lewat, dan ketika ada seorang pasien yang lewat dengan membawa tiang infus, ayahku mencoba bercanda dengan berkata “Coba lihat, itu ada Paus (pemimpin Vatikan) lewat. Itu ada lagi. Ada banyak Paus di sini.”

Akhirnya, aku pun punya ide membuat topi yang mirip dengan yang dimiliki pemimpin agama di Vatikan itu, kemudian aku berjalan dengan tiang infusku saat melewati koridor rumah sakit. Banyak pasien yang melihat ke arahku sembari tertawa melihat kostumku  yang terlihat aneh.Mereka pun mem-posting fotoku tersebut di Facebook dan mendapat banyak like, komentar, serta dukungan dari banyak orang, memintaku untuk  melanjutkan aksiku sebagai Francis. Sejak itu, aku pun bertransformasi menjadi Gandalf, Harry Potter, atau menjadi petinju dengan bantuan tiang infus yang aku bawa ke mana-mana.
Ketika ada yang menanyakan tentang aksiku itu, aku selalu mengatakan, “Jika hal ini bisa membawa senyum pada banyak orang, bahkan jika mereka tidak sedang sakit, aku pikir ini lebih positif dan bisa meringankan beban. Teman-teman dan keluargaku telah jadi obat terbaik. Mereka datang dan menemani untuk membahas berbagai hal yang menyenangkan.”
Mungkin apa yang kulakukan tidak bisa menyembuhkan kanker, namun setidaknya aku bisa membawa pesan positif dengan cara membuat orang tersenyum. Semoga ini menjadi salah satu cara yang menginspirasi para penderita kanker untuk tetap berjuang melawan kanker.

Ohh ya, aku belum memperkenalkan diri, namaku Tessa Calder.
Tetap gembira dalam menjalani hidup ya, kawan. Yakinlah, hati yang gembira adalah obat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.