Berita Nasional Terpercaya

Pengusaha Properti Lulusan SMP Ini Menggaji Karyawannya Sebanyak 22 Kali Dalam Setahun

0

 JAKARTA, HarianBernas.com – “Indonesia mencanangkan kepada masyarakatnya untuk mengikuti wajib belajar 12 tahun”

“Tujuannya agar bisa menjadi orang yang berhasil dan berguna bagi dirinya, bangsa, maupun negara”

Apa pendidikan terakhir anda saat ini?

SD? SMP? SMA? S1? S2? S3? Atau lebih tinggi lagi?

Apa yang didapat dari pendidikan yang anda tempuh itu?

Latar belakang pendidikan rendah memang bukan menjadi masalah ketika seseorang ingin terjun ke dalam dunia bisnis. Semuanya tergantung dengan keinginan dan kerja keras dalam memperoleh kesuksesan dalam berbisnis. Semua orang berhak mendapatkan kesuksesan, tidak ada monopoli dalam meraih kesuksesan.Bagaimana menurut anda?

Baca juga: Tertarik menjadi CEO atau Owner? Simak perbedaan keduanya

Sudah banyak sekali pengusaha yang sukses mengelola bisnis mereka dengan latar belakang pendidikan yang rendah. Salah satu contohnya adalah Fauzi Saleh. Ia hanya seorang lulusan SMP yang berhasil menjalankan bisnis properti dengan kesuksesan yang luar biasa. Simak kisahnya di bawah ini.

Fauzi Saleh adalah seorang pemuda asli Betawi, ia dilahirkan pada  tahun 1957 silam di Tanah Abang Jakarta. Dengan hanya memiliki ijazah SMP, tentu sulit sekali mendapatkan pekerjaan yang layak di Jakarta. Lantas dengan pendidikan yang minim itu, apakah Fauzi shaleh bisa jadi “orang”?

Dengan status yang hanya lulusan SMP yang ia selesaikan pada tahun 1966, pekerjaan yang ia dapatkan saat itu hanya berkutat pada kelas rendahan saja. Berbagai pekerjaan ia jalani, seperti menjadi tukang cuci mobil di sebuah bengkel, penjaga gedung, dan bahkan tukang taman.

Meskipun hanya bekerja dengan jurus pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan, Fauzi Saleh saat itu tetap berpikir keras bagaimana caranya agar bisa meningkatkan taraf hidup keluarganya. Lalu sedikit demi sedikit ia mulai menyisihkan gajinya untuk ditabung. Tidak terasa, uang tabungan tersebut terkumpul sebesar 30 juta. Dari sinilah awal mula bibit kesuksesan usaha properti yang dikelola Fauzi Saleh berkembang. Dari uang 30 juta tersebut lantas ia belikan sebidang tanah 6 x 15 meter yang terletak di Jakarta Selatan. Bagaimana Fauzi saleh memulai bisnisnya?

Dari modal 30 juta yang dibelikan tanah tersebut, dengan prinsip “Bismillah” ia pun mulai usaha properti kecil-kecilan dengan membangun sebuah rumah. Dalam proses membangun rumah pertamanya tersebut, Fauzi Saleh dan pekerjanya selalu berdoa. Bahkan setiap malam Jum’at Fauzi dan pekerjanya membaca surat Yasin disertai berbagai wirid untuk memohon pada Allah agar usahanya diberi keberhasilan. Akhirnya, singkat kata rumah yang ia bangun tersebut berhasil didirikan dan bahkan bisa laku terjual dengan harga 51 juta rupiah.

Setelah keberhasilan pertama tersebut, Fauzi kemudian membangun rumah lagi dan kemudian menjualnya lagi, begitu seterusnya. Jalan bisnisnya membawa Fauzi Saleh menapaki kesuksesan pada tahun 1992, usahanya kian besar dan berkembang. Fauzi pun kemudian mendirikan PT. Pedoman Tata Bangun dan mulai mengerjakan proyek-proyek besar.

Ia kemudian menangani 470 unit rumah mewah Pesona Depok 1 kemudian 360 unit Pesona Depok 2. Tak berhenti di situ, ia kemudian membangun Pesona Khayangan 1.500 unit dan Pesona Khayangan 2 sebanyak 1.100 unit. Harga masing-masing rumah dari grup Pesona tersebut mencapai 200 juta sampai 600 juta rupiah. Apa rahasia dari  seorang pengusaha Fauzi Saleh ?

Ada yang unik dari pengusaha properti sukses Fauzi Saleh ini. Ia tetap menjalankan kebiasaan rutin di malam Jum’at seperti yang ia lakukan dengan pekerjanya di masa lalu. Selain itu, ia juga selalu menggelar pengajian akbar setiap bulannya yang sering disebut dengan pesona dzikir. Peserta pengajian adalah para pekerja dan seluruh buruh beserta keluarga mereka. Fauzi Saleh sendiri memiliki lebih dari 2.000 karyawan. Bahkan beberapa waktu yang lalu pengajian yang ia gelar dihadiri sekitar 4.000 orang.

Bukan hanya melakukan pengajian secara rutin, Fauzi Saleh juga dikenal sebagai bos yang dermawan. Karyawan yang bekerja dengannya tidak mendapatkan gaji 12 kali dalam setahun, tapi mendapatkan gaji 22 kali.  Rinciannya adalah, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, kemudian 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Idul Adha lalu 1 kali gaji saat 17 Agustus plus tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi Saleh sendiri. Ia berprinsip tidak ingin menikmati keuntungan untuk dirinya sendiri saja.

“Saya hanya mengambil sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial”,  begitu ucapnya. Sekitar 60% keuntungan dari bisnisnya, ia gunakan untuk kepentingan sosial. Bahkan jika dihitung, ia telah menggunakan lebih dari Rp 70 milyar untuk didonasikan pada kepentingan sosial.

Baca juga: Tujuan Karir Jangka Panjang yang Membuat Anda Dilirik Perusahaan

Fauzi Saleh mengajarkan bahwa kerja keras, doa, dan kepedulian sosial adalah soft skill luar biasa yang tidak diajarkan di sekolah, namun mampu mengantarnya kepada kesuksesan.

Sudah bekerja keraskah kamu hari ini? Sudah berdoa?

Leave A Reply

Your email address will not be published.