Berita Nasional Terpercaya

Pengemis Tuli Berusia 100 Tahun Yang Selalu Bersedekah

0

BULGARIA, HarianBernas.com – Pernahkan anda melihat seorang pengemis? Sebagian besar pasti menjawab pernah.

Tapi, pengemis yang selalu memberikan seluruh hasil mengemisnya untuk amal?

Adalah seorang pengemis tua renta di Bulgaria. Setiap hari, layaknya para pengemis lain, ia selalu mengenakan pakaian compang-camping dan membawa sebuah mangkuk di tangannya. Ia biasa duduk atau berdiri di sekitar Gereja Katedral Alexander Nevsky di Sofia, Bulgaria. Tak berbeda dengan pengemis lainnya, ia pun menunggu sedekah dari orang-orang yang berlalu-lalang di jalan itu. Keping demi keping, lembar demi lembar, ia tunggu dengan sabar.

Pengemis yang pada Juli 2014 lalu genap berusia 100 tahun berbeda dengan pengemis-pengemis lain. Ia mendapat julukan ?malaikat dari Bailovo?`

Bagaimana bisa?

Pengemis ini telah melakukan kebaikan bagi banyak orang. Ia tidak hanya mengemis untuk dirinya sendiri. Namun, uang hasil mengemis justru ia gunakan untuk beramal. Gereja-gereja, biara-biara, panti asuhan, dan berbagai yayasan sosial menjadi tempatnya menyalurkan sumbangan.

Di tahun 2000, pengemis ini bahkan telah menyumbangkan seluruh harta kekayaannya pada Gereja Ortodoks. Selama masa hidupnya, pengemis ini sudah menyumbang lebih dari 40 ribu euro pada yayasan sosial dan gereja.

Pengemis ini tercatat pernah menyumbang 5.000 euro pada tempat peziarahan di Cyril dan Gereja Paroki Methodius di Bailovo. Selain itu, ia juga pernah menyumbang uang sebesar 12.500 euro untuk perbaikan biara Eleshnishki di sebelah Timur Sofia dan sebagian untuk gereja di Desa Gorno Kamartsi. Sumbangan terbesarnya adalah sebesar 20.000 euro di Gereja Katedral Alexander Nevsky. Sumbangan tersebut merupakan jumlah sumbangan terbesar selama 100 tahun terakhir. Menariknya lagi, sumbangan tersebut dilakukan oleh seorang pengemis.

Menyumbang begitu banyak, bukan berarti hidupnya bergelimang harta, pengemis ini justru hidup sangat sederhana. Ia tinggal di rumah yang sangat sederhana dengan baju lusuh dan compang-camping. Rumahnya berada di sekitar 15 mil dari Sofia. Setiap harinya, ia harus berjalan kaki ke kota untuk mengemis. Menurut orang-orang sekitarnya, Pengemis yang lahir pada 20 Juli 1914 ini sudah sejak lama meninggalkan keluarganya. Ia meninggalkan kehidupan duniawi dan mengabdikan hidupnya untuk kegiatan sosial. Hal ini dilakukannya sebagai silih atas dosa yang telah diperbuatnya.

Ia lahir dengan nama Dobri Dobrev. Ayah Dobri meninggal ketika perang dunia pertama meletus sehingga ibunya harus menghidupi serta merawat anak-anaknya sendiri. Ketika  perang dunia kedua meletus, Dobri menikah dan punya empat orang anak. Sebuah bom yang jatuh di kota Sofia mengakibatkan Dobri tuli. Ketika ditanya mengapa Dobri melakukan ini semua, ia hanya menjawab, “We must not lie, nor steal, nor commit adultery. We must love each other as God loves us.

Sudahkah anda bersedekah hari ini?

Leave A Reply

Your email address will not be published.