Berita Nasional Terpercaya

Roy Kritik Kubu Angling

0

JOGJAKARTA,  HarianBernas.com ? Kerabat Pura Pakualaman KRMT Roy Suryo Notodiprodjo mengaku tak habis pikir atas sikap yang ditunjukkan KPH Anglingkusumo dan menantunya Reindra. Di saat rakyat Jogja tengah berduka atas wafatnya KGPAA Paku Alam, Anglingkusumo malah menggelar konferensi pers terkait peralihan kekuasaan di lingkungan Pura.

?Astaghfirullah. Ini sangat tidak tepat undangan sekaligus press conference yang digelar KPH Anglingkusumo dan saudara Reindra, yang keduanya mengaku sebagai PA IX dan Manggala Yudha Paku Alam,? katanya lewat sambungan telepon.

Kubu Anglingkusumo menggelar jumpa pers yang menyatakan tidak mengakui PA IX yang telah wafat sebagai penguasa sah Kadipaten Paku Alam. Angling pun menolak jika rencana penobatan RM Wijoseno Hario Bimo yang kini bernama BPH Suryodilogo menjadi PA X akan dilaksanakan internal Pura.

 ?Demi Allah, saya yakin jika BPH Suryodilogo adalah penerus yang sah dari almarhum Paku Alam IX. Saya meminta agar mereka (kubu Angling) jangan menodai suasana duka yang saat ini berlangsung,? terangnya.

Mantan Menpora di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengaku sangat prihatin atas sikap yang tidak menunjukkan rasa hormat, meskipun sejatinya Anglingkusumo adalah adik dari almarhum, walaupun berasal dari ibu yang berbeda.

?Saya terus terang prihatin di saat-saat duka seperti ini masih saja ada upaya-upaya yang tidak pas. Intinya, saya tekankan lagi, Sri Paduka PA IX itu hanya satu, bukan dua, dan beliau baru saja wafat,? tegasnya.

Perseteruan yang disulut kubu KPH Anglingkusumo sudah berlangsung sejak lama. Anglingkusumo membuat gerakan yang menolak bertahtanya BRMH Ambarkusumo sebagai Paku Alam IX di tahun 1999. KPH Anglingkusumo merasa dirinya paling berhak untuk menggantikan Paku Alam VIII memimpin Kadipaten Paku Alam.

Leave A Reply

Your email address will not be published.