Berita Nasional Terpercaya

Contoh Buruk, Kampanye Pilkada di Bantul Rusuh

0

BANTUL, HarianBernas.com ? Jatah kampanye terbuka untuk pasangan calon (Paslon) Hj Sri Suryawidati-Drs Misbakhul Munir di Lapangan Trirenggo, Bantul, berakhir dengan kerusuhan, Minggu (22/11).

Dalam peristiwa ini setidaknya satu unit motor ludes dibakar, dua polisi luka hingga harus dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati serta, satu orang satgas PDIP atas nama Mujiyo (57) mengalami luka sabetan benda tajam di tangan sebelah kiri ketika berusaha melerai keributan di sisi timur  lapangan. Hal yang sama menimpa Ketua DPC PPP Bantul, Bariq Gufron yang dikeroyok oleh massa ketika mencoba meredam kerusuhan sehingga Bariq harus dilarikan ke RSUD  Bantul dengan luka memar di muka, pipi lebam, dan harus dirawat intensif di ruang VIP. Untuk memudahkan dalam bernapas, anggota DPRD Bantul periode 2009-2014 tersebut juga mendapat bantuan selang oksigen dari tim medis.

Dari pantauan HarianBernas.com di lokasi, kampanye terbuka paslon yang diusung oleh DPC PDIP Bantul dan Partai Nasdem dengan didukung PPP dan Partai Golkar tersebut berjalan dengan tertib. Kampanye dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan dihadiri ribuan massa dari partai pendukung dan simpatisan diisi dengan orasi politik serta simulasi pencoblosan.  

Namun usai jeda istirahat siang sekitar pukul 13.45 WIB tiba-tiba saja di sisi lapangan timur terjadi keributan antarpendukung paslon. Mereka terlihat saling pukul menggunakan  potongan bambu, potongan kayu, saling lempar batu dan benda keras lainnya,  bahkan ada yang ditangkap membawa senjata tajam. Di tengah kerusuhan tiba-tiba saja, ada sekelompok massa yang membakar sepeda motor sehingga menyebabkan situasi kian memanas.

Aparat kepolisian yang berada di lokasi berusaha meredam bentrok antarpendukung. Namun naas, dua anggota Sabhara Polres Bantul, yakni Brigadir Supri dan Bripda Tulus justru terluka akibat terkena lemparan batu. Keduanya segera dilarikan ke RS.

Dalam situasi genting, para petinggi PDIP seperti HM Idham Samawi yang juga suami Cabup Hj Sri Suryawidati, Joko Purnomo anggota FPDIP DPRD DIY, Aryunadi Ketua DPC PDIP Bantul, terlihat turun ke lapangan dan menenangkan massa.

Kepada wartawan, satgas Mujiyo mengatakan dirinya saat itu sedang  bertugas dengan puluhan satgas lainnya. Namun tiba-tiba tidak diketahui sebabnya massa  pendukung bentrok dan dia beserta satgas yang lain berusaha melerai.

?Tapi pas saya melerai itu tiba-tiba ada senjata mengarah ke kepala saya dan saya tangkis. Saya kurang begitu melihat senjata apa yang pasti ukuranya panjang,?kata Mujiyo. Ternyata akibat upaya menangkis tersebut tangannya mengalami luka sobek dan darah terus mengucur. Saat itu juga Mujiyo segera mendapatkan penanganan dengan diperban pada bagian tangan kirinya yang terluka.

?Saya tidak mau menanggapi,” kilah Hj Suryawidati saat dimintai keterangan wartawan. ?Lebih tepatrnya ada oknum yang  berulah sehingga memicu miskomunikasi tadi dan berakhir dengan kerusuhan ,? kata Ketua DPC PDIP Bantul Aryunadi. Akibat peristiwa tersebut pihaknya bersama dengan unsur pimpinan partai pengusung dan pendukung telah mengadakan pertemuan dan bersepakat jika  mereka akan cooling down untuk meredakan situasi.

?Kami akan cooling down sembari melakukan evaluasi terhadap peristiwa yang terjadi,? katanya. Namun ditegaskan dampak dari peristiwa kerusuhan tersebut, baik kerusakan materiil seperti pembakaran motor hingga pengobatan, kepada korban semua ditanggung oleh pihak panitia penyelenggara kampanye terbuka Paslon Ida-Munir.

Sedangkan seorang simpatisan, Kastani asal Banguntapan yang juga mantan komandan Satgas PDIP mengaku tidak suka dengan  cara-cara kerusuhan seperti itu.

?Saya tidak suka, kenapa kerusuhan seperti ini harus terjadi,? katanya dengan penuh amarah di lokasi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.