Berita Nasional Terpercaya

Ribuan Masyarakat Lepas KGPAA Paku Alam IX, KBPH Suryodilogo Jadi KGPAA Paku Alam X

0

JOGJA, HarianBernas.com ? Ribuan masyarakat mengikuti prosesi pemakaman Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam IX yang berlangsung Minggu (22/11) siang, di Kompleks Astana Girigondo, Kulonprogo. Mereka hadir untuk mengantarkan terakhir kalialmarhum Paku Alam IX ke tempat persemayaman terakhirnya.

Berangkat dari Pura Pakualaman sekitar pukul 12.30, rombongan jenazah dan keluarga serta kerabat tiba di kompleks pemakaman sekitar pukul 13.10. Sebelum kedatangan jenazah, pemakaman yang terletak di Desa Kaligintung Kecamatan Temon Kulon Progo tersebut sudah dipadati ribuan masyarakat.

Kerabat Pura Pakualaman KPH Kusumo Parasto kepada HarianBernas.com menuturkan, meski yang dimakamkan adalah Raja Kadipaten Pakualaman, tidak ada upacara atau tradisi khusus yang digelar. Kesederhanaan namun khidmat tampak saat pelepasan di Pura dan penguburan di Girigondo.

?Sebelum dilepas, nanti ada prosesi tlusupan terlebih dulu. Setelah itu ada upacara nglorot atau nglintir yang diikuti KBPH Suryodilogo (putra mahkota) yang menunjukkan PA IX kini sudah beralih (kekuasaannya) ke PA X. Jadi, tidak ada sambutan-sambutan apa pun,? katanya.

Sementara itu, kerabat pura lainnya RM Dony Megananda menyebutkan iring-iringan jenazah beserta keluarga dan kerabat yang hadir di Girigondo juga tidak disambut dengan upacara khusus. Jasad KGPAA Paku Alam IX sempat disemayamkan sebentar di Masjid Girigondo.

?Untuk memberikan kesempatan masyarakat menyalatkan almarhum. Prosesinya sederhana seperti pribadi beliau yang sangat sederhana, semoga Allah memuliakan beliau saat kembali ke hadapan-Nya. Terpenting adalah doa untuk almarhum semoga segala amal kebaikannya diterima Allah SWT,? terangnya.

Menurut Juru Kunci Girigondo Mas Wedana Wasiluddin, makam untuk Paku Alam IX ini sebenarnya telah disiapkan sejak lama. ?Areanya di sini (Astana Girigondo), tapi untuk PA IX agak di bawah di samping makam Garwa Dalem. Tanahnya memang padas, sehingga sudah agak lama dipersiapkan,? jelasnya.

 

Nglintir

Istri almarhum, mendiang GKRAy Adipati Paku Alam IX, lebih dulu meninggal pada 19 November 2011. Sedangkan tanah khusus untuk pemakaman PA IX telah dipersiapkan sejak lama. Prosesi pemakaman akhirnya selesai sekitar pukul 13.45. ?Dari Paku Alam V sampai VIII di sini, cuma almarhum agak ke bawah,? tambah dia.

Almarhum Paku Alam IX akhirnya kembali bersanding dengan permaisurinya yang telah memberikan tiga putra yaitu KBPH Prabu Suryodilogo, BPH Haryo Seno, dan BPH Haryo Danardono Wijoyo.

Menariknya, sebelum dilepas dari Pura Pakualaman, prosesi nglintir atau nglorot mendapat perhatian banyak pihak. Saat itu dibacakan Dhawuh Kawedanan Hageng tentang KBPH Suryodilogo yang nglintir keprabon dari almarhum KGPAA Paku Alam IX.

KPH Tjondrokusumo mengakui dhawuh tersebut merupakan surat resmi yang mendeklarasikan KBPH Suryodilogo sebagai Paku Alam X. Namun, prosesi jumenengan (pengukuhan) masih menunggu waktu yang tepat.

?Ini deklarasi pangeran pati BPH Prabu Suryodilogo sebagai Paku Alam X. Tapi untuk pengukuhan akan menunggu waktu 40 hari,? jelas Penghageng Kawedanan Hageng Kasentanan Pura Pakualaman itu.

Hal yang sama juga diutarakan salah satu penghageng Pura, Rama Tamdaru. Menurutnya tetap harus ada jeda waktu antara pemakaman dengan penobatan putra mahkota. ?Intinya apa? Agar calon raja itu harus melatih diri. Latihan yang utama adalah melatih batin. Hal itu yang susah, jadi kalau bisa tunggu 100 hari, tapi kalau siap 40 hari juga tidak apa-apa,? terangnya. 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.