Berita Nasional Terpercaya

Pengganti Paku Alam IX sebagai Wakil Gubernur DIY, Pemerintah Tunggu Pura Secepatnya

0

JOGJA, HarianBernas.com ? Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebutkan pemerintah menunggu mekanisme penobatan calon adipati KBPH Prabu Suryodilogo menjadi Paku Alam X. Hal tersebut diutarakan Mendagri, Minggu (22/11) saat, ditanya tentang suksesi Pura Pakualaman dan pengisian jabatan Wakil Gubernur DIY.

?Jika bicara UU yang mengatur, paling lama 18 bulan dan itu harus diisi. Tapi, Jogja kan ada UU-nya sendiri (UU Keistimewaan, red) jadi ada mekanisme tersendiri,? kata Tjahjo di Bangsal Sewatama Pura Pakualaman.

Mekanisme yang berbeda, menurut Tjahjo, disebabkan, baik lingkungan keraton maupun pura memiliki paugeran (aturan hukum) tersendiri. Hal tersebut menjadi lex specialis yang membedakan dengan daerah lainnya.

  ?Nggak ada batasan kapan harus diisi. Pokoknya ikuti paugeran yang ada. Kami siap untuk menindaklanjuti kalau sudah ada pemberitahuan dari Pura Pakualaman,? ujar dia usai melepas jenazah mendiang Paku Alam IX.

Mendagri menyatakan akan menunggu secepatnya surat rekomendasi pengangkatan Paku Alam X. Namun Tjahjo merujuk sosok Sultan akan mampu untuk mempercepat proses pengisian jabatan Wakil Gubernur.

?Di Jogja kan ada Sultan. Saya rasa beliau mengetahui tahapan-tahapan apa yang harus diselesaikan dari internal Pura dan tahapan lainnya,? sebut mantan Sekjen PDI Perjuangan itu.

Secara terbuka, Tjahjo menyebutkan, pemerintah mengapresiasi jasa-jasa dari almarhum Sri Paduka Paku Alam IX yang bersama Sultan bahu-membahu menjalankan pemerintahan serta mampu menciptakan sinergitas yang baik.

?Selama ini beliau (almarhum) berdua bersama Sri Sultan selaku gubernur berhasil menjalin hubungan dan komunikasi yang baik untuk menjalankan program pembangunan,? terangnya.

 

Biarkan kosong

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku merasa kehilangan atas sosok Paku Alam IX. ?Selama ini bisa terlihat bagiamana kebersamaan yang terjalin. Bagaimana pun dalam aspek sosial kemasyarakatan, almarhum sangat tinggi,? tutur Sultan.

Saat disinggung tentang lowongnya jabatan Wakil Gubernur, dirinya menegaskan posisi itu akan tetap dibiarkan kosong sampai penobatan Paku Alam yang baru.

?Saya turut berduka atau belasungkawa serta merasa kehilangan. Tapi, saya tidak bisa mengganti dengan yang lain. Biarkan kosong saat ini,? ujarnya.

Sultan pun tidak akan mengangkat pelaksana harian atau pelaksana tugas Wakil Gubernur. Dirinya tetap akan mengikuti paugeran yang ada di Pura Pakualaman.

Terpisah, KRMT Roy Suryo Notodiprodjo menyatakan Dhawuh Kawedanan Hageng Kasentanan yang dibacakan sebelum pelepasan jenazah merupakan surat pernyataan resmi penobatan KBPH Prabu Suryodilogo atau Pangeran Pati sebagai Paku Alam X. Dhawuh itu akan memberikan kepastian hukum dan mencegah terjadinya kevakuman.

?Saat almarhum Paku Alam IX sakit hampir dua pekan, keluarga berkumpul dan menunjuk BPH Suryodilogo sebagai pelaksana harian. Ini menunjukkan keseriusan kerabat Pura untuk memilih Mas Suryodilogo sebagai Paku Alam berikutnya,? tuturnya Minggu malam.

Penghageng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GBPH Prabukusumo meminta agar proses administratif penobatan segera dilakukan pihak kerabat Pura. ?Kalau bisa secepatnya ditentukan. Kemudian kalau sudah ada tanggalnya (penobatan), sebelumnya sowan ke Bapak Presiden, Wakil Presiden, dan Ketua DPR RI untuk pemberitahuan. Ini yang penting,? sebutnya.

Pria yang akrab dengan sapaan Gusti Prabu itu melanjutkan, pihak keraton siap membantu Pura Pakualaman dalam proses penobatan. Prosesi nglintir atau nglorot yang dilakukan sebelum pelepasan jenazah Paku Alam IX, tutur Gusti Prabu, merupakan satu pertanda posisi Paku Alam X akan diberikan kepada putra mahkota.  

?Proses coronation (penobatan) kabarnya sudah diproses, kita siap membantu, namun ada aturan sendiri-sendiri yang tidak bisa dicampuri,? jelasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.