Berita Nasional Terpercaya

Mengedukasi Warga, Bisnis Sampah Rumah Tangga Pemudai ini Menghasilkan Puluhan Juta Per Bulan

0

BANTEN, HarianBernas.com — “Mau dikemanakan sampah yang berserakan di kamar ku ini!”
“Rasanya ingin kulenyapkan sampah yang merusak pemandanganku ini”

Apakah anda sedang melihat sampah di sekeliling anda sekarang? Apa yang ada di pikiran anda sekarang? Apa anda ingin membuangnya saja? Atau dibiarkan sampah tersebut berserakan dan merusak pemandangan anda?
Kalau dari sampah bisa menghasilkan uang puluhan juta rupiah, mengapa anda tidak mencoba melakukannya? Kok bisa ya, dari sampah bisa menghasilkan duit 'puluhan' juta?

Ada seorang pemuda dari Tangerang, Banten yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bisnis yang menguntungkan. Bagaimana kisah selengkapnya?

Baca juga: Tertarik menjadi CEO atau Owner? Simak perbedaan keduanya

Awal mulanya, pemuda ini mulai mengolah sampah pada tahun 2013. Ide kreatif tersebut muncul berawal dari kepeduliannya terhadap sampah. Pemuda ini melihat sampah semakin hari semakin bertambah banyak dan tidak adanya tindakan untuk menguranginya. Kesal bukan?

Dalam kekesalannya itu, pemuda ini malah memunculkan ide kreatif untuk mengolah sampah. Fokus pemuda ini adalah mengolah sampah plastik yang ada di sekitarnya. Limbah plastik yang dibuang di sungai bisa berpotensi menimbulkan banjir. Terlebih lagi ketika limbah plastik tersebut terpendam di dalam tanah, akan membuat kesuburan tanah berkurang dan membuat tanah menjadi tandus. Nah, keadaan seperti inilah yang kemudian membuat mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan jurusan Agribisnis ini kemudian bergerak.

Berawal dari modal satu juta yang dipunyanya, ia bertekad untuk membuat perubahan dengan sampah di sekelilingnya. Namun, rencananya itu tidak berjalan mulus. Ada beberapa hambatan yang dihadapi dalam menjalankan bisnis tersebut. Yang paling terasa adalah antusiasme lingkungan yang tidak mendukung bisnis yang digarap pemuda ini. Proses meyakinkan warga agar lingkungan menjadi bersih sering menjadi kendalanya. Rata – rata orang sekitar tidak meyakini dengan apa yang dikerjakan pemuda ini. Meskipun begitu, pemuda ini tetap sabar, hingga akhirnya lambat laun berhasil juga untuk meyakinkan kepada orang – orang sekitar.  Bersama-sama ibu-ibu yang masuk dalam tim kerja pemuda ini, lambat laun berhasil meyakinkan warga sekitar bahwa sampah plastik masih memiliki nilai jual.

Lalu sedikit-demi sedikit kesadaran mulai muncul dari beberapa rumah tangga untuk memisahkan sampah plastik yang ada di rumahnya. Sampah-sampah plastik ini biasa dibeli oleh pemuda ini dengan harga 50 sampai 80 rupiah per sachet.
Dari situ, pemuda ini mencoba menyulap sampah-sampah yang sudah tak berguna di mata orang – orang. Pemuda ini mengolah sampah tersebut menjadi barang yang berguna kembali. Pemuda ini membuat dompet, tas, atau kerajinan tangan lainnya, yang 100% bahannya dari olahan sampah. Harga yang dibandrol pun juga bermacam-macam menyesuaikan tingkat kesulitan pembuatannya. Untuk kerajinan ini harga yang ditetapkan berkisar dari Rp. 5.000 sampai dengan Rp.350.000. Hebat bukan? 

Menurut pemuda bernama lengkap Edy Fajar Prasetyo ini, bisnis yang ia geluti ini bukan hanya sekedar mengolah sampah untuk mendapatkan uang saja. Namun di balik itu semua ada nilai edukasi kepada masyarakat  yang justru  jauh lebih penting. 

Mulia sekali ya? Apakah anda ingin melakukan perubahan sekarang?

Baca juga: Tujuan Karir Jangka Panjang yang Membuat Anda Dilirik Perusahaan

Leave A Reply

Your email address will not be published.