Berita Nasional Terpercaya

Tidak Ada Yang Menyangka, Pemimpin Bangsa Mongol Yang Melegenda Itu Dulunya Tukang Urus Kuda

0

MONGOLIA, HarianBernas.com — Setujukah Anda jika tertindas adalah awal kesengsaraan?
Pernahkah anda mengalami saat diharuskan berada pada posisi yang menurut anda, sangat tidak sesuai dengan diri anda? hal tersebut bisa disebabkan karena keadaan yang ada tidak sesuai dengan kemampuan dan kondisi anda pada saat itu. Apa yang akan anda lakukan ketika mengalami hal tersebut? Menerima dengan senang hati, atau melakukan usaha agar anda tidak terus berada pada posisi tersebut?

Lets see!!

Pada tahun 1100an, di daratan china bagian utara, hiduplah seorang bangsawan kaya raya yang tinggal di sebuah daerah padang rumput yang luas. Suatu hari, karena ternak yang dipunyainya semakin banyak, sang bangsawan memilih dua orang pemuda dari keluarga yang miskin untuk dipekerjakan. Yang berbadan tinggi dan tegap dipekerjakan sebagai pengurus kuda. Sedangkan yang berbadan kurus dan lebih kecil dipekerjakan sebagai pengurus ternak kambingnya.
Setelah beberapa saat, pemuda berbadan tegap dengan arogan berkata kepada pemuda kurus:
“Hai sobat. Aku lebih besar badannya dari badanmu. Aku juga lebih tua darimu. Mulai besok, kita bertukar tempat. Aku memilih untuk mengurus kambing. Dan kamu menggantikan aku mengurus kuda. Awas kalau tidak mau! Dan awas ya, jangan laporkan masalah ini ke tuan kita! Kalau kamu berani lapor atau menolak, tahu sendiri akibatnya! Aku habisi badan kecilmu itu!”
Sore hari, dengan muka murung dan langkah gontai pemuda kurus pulang ke rumah. Sesampai di rumah, melihat muka murung dan kegalauan anaknya, si ibu bertanya: “Nak, ada apa? Ada masalah apa? Coba ceritakan ke ibu”.

Dengan kasih sayang dan kelembutan, mereka berbincang saat makan malam. Si pemuda kurus pun menceritakan peristiwa yang tadi terjadi. Dengan bersungut-sungut si pemuda kurus melanjutkan: “Sungguh tidak adil kan, Bu. Dia mengancam dan memaksa aku untuk mengurus kuda-kuda liar. Dia yang berbadan besar memilih mengurus kambing. Badanku kecil begini, bagaimana aku bisa mengejar-ngejar kuda yang begitu besar. Aduuuh Bu…sungguh jelek nasibku.” Sambil menunduk lesu dia menghabiskan santap malamnya. Si ibu dengan senyum bijak berkata, “Nak. Semua masalah pasti ada hikmahnya. Syukuri, hadapi, dan terima dengan besar hati. Tidak usah memusuhi dan membenci temanmu itu. Ibu percaya, semua kesulitan yang akan kamu hadapi, jika kamu mampu belajar dan bekerja keras, pasti akan membuatmu menjadi kuat dan bermanfaat untuk masa depanmu.”

Sejak saat itu, si pemuda kurus itu dengan susah payah, setiap hari bergelut dengan pekerjaan mengurus kuda-kuda yang bertubuh tegap, besar, dan masih liar. Dia harus jatuh bangun mengejar mereka, kadang terkena tendangan, bahkan pernah terinjak hingga terluka parah. Dari hari ke hari keahlian dan kemampuannya menguasai kuda-kuda pun semakin membaik. Tidak terasa, tubuhnya pun berkembang menjadi tinggi, tegap, dan perkasa.
Hingga suatu hari, terjadi pecah perang antarnegara. Kerajaan membutuhkan prajurit pasukan berkuda. Dan si pemuda pun terpilih sebagai pemimpin pasukan berkuda karena kepiawaiannya mengendalikan kuda-kuda.

Di kemudian hari, si pemuda berhasil memimpin dan memenangkan perang yang dipercayakan kepadanya dan dikenal banyak orang karena kebesaran namanya. Dia adalah pemimpin bangsa mongol yang tersohor, bernama: Genghis Khan. Kepiawaiannya dalam memerintah, telah membawa bangsa mongol berkuasa hingga daratan Eropa.

Setujukah anda, seringkali kita dihadapkan pada keadaan yang sepertinya membuat kita dirugikan, menderita, dan kita pun tidak berdaya kecuali harus menerimanya?
Mari berjiwa besar dengan tetap melakukan yang terbaik, agar suatu hari nanti terjadi perubahan yang lebih baik dan lebih luar biasa.

Leave A Reply

Your email address will not be published.