Berita Nasional Terpercaya

Bisnis Membuat Rumah Boneka Barbie, Pria Berkaki Satu Ini Adalah Atlet Tenis Yang Pensiun

0

MEDAN, HarianBernas.com– Kisah ini dimulai ketika ada seorang anak di Medan mengalami kecelakaan dan harus kehilangan salah satu kakinya. Karena tidak mau larut dalam kesedihan, anak tersebut berkeinginan untuk merantau ke Jakarta.

Walaupun tidak diizinkan oleh orang tuanya, ia tetap ngotot untuk pergi, hingga suatu ketika ia memutuskan untuk kabur naik truk mengikuti jejak kawan yang berdagang di Jakarta. Pada tahun 80-an ia ditawari kerja memungut bola tenis lapangan. Ia mulai bekerja sejak pukul 6 pagi setiap harinya. Karena seringnya berada di lapangan tenis, ia lantas menyukai tenis. Ia semakin menyukai olahraga tersebut.

Baca juga: Tertarik menjadi CEO atau Owner? Simak perbedaan keduanya

Beruntungnya lagi, ketika sedang melakukan pekerjaannya sebagai pemungut bola tenis, ia diberikan raket oleh orang yang biasa berlatih di tempatnya bekerja. 

Ia pun bermain tenis ketika sedang tidak ada yang berlatih. Karena kakinya yang cacat, ia berlatih tenis menggunakan kursi roda. Ia bermain bersama para pemungut bola lainnya di lapangan tersebut. Setelah beberapa kali bermain, akhirnya ia mulai bisa bermain tenis tanpa menggunakan kursi rodanya. Setiap kali ada kesempatan, ia selalu menggunakan waktunya untuk bermain tenis.

Dua tahun setelah ia mulai berlatih, ada sebuah kompetisi yaitu Kejurnas Piala Ibu Tien Soeharto untuk cabang tenis kursi roda. Ia memberanikan diri untuk mengikuti pertandingan tersebut. Keberuntungan berpihak padanya, setelah masuk final, ia berhasil memenangkan pertandingan tersebut. Setelah itu, ia sering mengikuti banyak pertandingan, bahkan sampai menjadi atlet tenis meja khusus orang cacat mewakili Indonesia di Belanda dan Melbourne. 

Setelah mengikuti banyak pertandingan, ia mendapat perbekalan untuk membuat rumah boneka dari pemerintah, termasuk juga pembekalan di Yayasan Orang Cacat di Jakarta. Pada tahun 2002 ia memutuskan untuk kembali ke Medan. Setibanya di Medan, ia diminta untuk memperkuat tim provinsi Sumatra Utara berlaga untuk PON antar orang cacat di tahun 2002 di Palembang.

Ketika ia mulai memutuskan pensiun jadi atlet, ia mencoba peruntungannya menjadi pengusaha. Berbekal uang bonus sebesar Rp30 juta dari Alm. Tengku Rizal Nurdin, Gubernur Sumut ketika itu, ditambah uang tabungannya sebagai atlet, ia mulai merintis usaha pembuatan rumah barbie dibantu oleh istrinya.

Ketika merintis usahanya, ia justru mengalami masa-masa sulit. Masa itu adalah ketika usahanya mengalami kebakaran, yang menghanguskan seluruh usahanya. Tak mau berlama-lama terpuruk, ia pun bangkit. Dengan penuh semangat dan pantang menyerah, dengan ditambah dukungan dari istri dan kedua anaknya, ia kembali merintis usahanya. 

Akhirnya, usaha yang telah ia bangun dengan susah payah, memberikan hasil. Ia pun berhasil menjadi pengusaha rumah Barbie yang sukses di Medan. Pria tersebut biasa dipanggil Monang, lengkapnya Monang Siagian. Dengan usaha tersebut, ia dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Selain itu ia juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar rumahnya. (Berbagai sumber)

Baca juga: Tujuan Karir Jangka Panjang yang Membuat Anda Dilirik Perusahaan

Leave A Reply

Your email address will not be published.