Berita Nasional Terpercaya

Perampok Gasak Dua Toko Emas, Tembak Dua Petugas

0

CILACAP, HarianBernas.com,– Kawanan perampok bersenjata api menyatroni dua toko emas di Desa Danasri, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (25/11) pukul 08.30 WIB. Selain menggasak perhiasan emas di dalam etalase, perampok juga sempat menembak dua korbannya hingga mengalami luka tembak.
  

Informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi mata, kawanan perampok yang berjumlah enam orang itu mendatangi Toko Emas “Naga Putri”, Desa Danasri, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, sekitar pukul 08.30 WIB, tiga orang di antaranya mengambil perhiasan emas di etalase dan satu orang lainnya mengancam pegawai toko itu. Sementara dua pelaku lainnya berjaga-jaga di luar toko.

Setelah selesai beraksi di Toko Emas “Naga Putri”, kawanan perampok itu pindah ke Toko Emas “Adil dan Bintang” dan kembali menggasak perhiasan emas di dalam etalase. Bahkan, salah seorang pelaku menembak penjaga Toko Emas “Adil dan Bintang” sehingga mengenai pinggang sebelah kanan pria bernama Suwardi (41) itu.

Kawanan perampok itu selanjutnya meninggalkan toko tersebut dan beberapa kali mengeluarkan tembakan ke udara sambil dengan mengendarai tiga sepeda motor jenis bebek ke arah selatan.

Sesampainya di depan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Danasri, kawanan perampok itu mengeluarkan tembakan sebanyak dua kali dan mengenai kaki kanan satpam BRI Unit Danasri, Muslimin (32), yang sedang berdiri di depan pintu gerbang bank tersebut serta menyerempet bagian atas mata kaki kanan seorang pegawai BRI bernama Riyanto yang keluar karena mendengar suara tembakan. Selanjutnya, kawanan perampok itu kabur ke arah selatan dan hingga saat ini masih dalam pengejaran.

Sementara korban atas nama Muslimin dan Suwardi dibawa ke RS Siaga Medika Banyumas untuk menjalani perawatan karena mengalami luka parah, sedangkan korban atas nama Riyanto tetap bekerja seperti biasa.

Terkait kasus perampokan bersenjata api tersebut, Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Ulung Sampurna Jaya mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami sudah berkoordinasi dengan polres tetangga, baik Banyumas maupun Kebumen, sekarang sedang pengembangan dan penyelidikan. Kami juga melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan yang kemungkinan dilalui kawanan perampok itu,” katanya sebagaimana dikutip antara kemarin..

Disinggung mengenai kemungkinan adanya indikasi aksi perampokan itu dilakukan oleh kelompok teroris, dia mengatakan bahwa pihaknya belum mengindikasikan kemungkinan tersebut karena perlu penyelidikan.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus perampokan tersebut ke Kepolisian Daerah Jawa Tengah maupun Detasemen Khusus Antiteror 88 Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan analisis di samping Polres Cilacap melakukan penyelidikan dan pengembangan berdasarkan bukti-bukti di lapangan.

Sementara itu, Kepala Subbagian Humas Polres Cilacap Ajun Komisaris Polisi Bintoro Wasono mengatakan bahwa pemilik Toko Emas “Adil dan Bintang” bernama Rushadi sedangkan Toko Emas “Naga Putri” milik Nanang. “Nanang merupakan kakak dari Rushadi,” katanya.    Menurut dia, kerugian material akibat aksi perampokan itu sekitar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta.

Petugas Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Cilacap menemukan satu proyektil dan empat selongsong peluru di sekitar lokasi perampokan dua toko emas. “Untuk sementara jenis FN namun kami belum tahu apakah ini FN rakitan atau FN asli,” kata Kepala Satreskrim Polres Cilacap Ajun Komisaris Agus Sulistiyanto di Desa Danasri, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, Rabu.(*)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.