Berita Nasional Terpercaya

2016, Korban Tanah Bergerak Direlokasi

0

KEBUMEN,HarianBernas.com–Sebanyak 51 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban tanah bergerak di Desa Wonokromo, Kecamatan Alian akan direlokasi. Pemkab Kebumen saat ini tengah memproses pembebasan tanah pengganti.

“Relokasi akan dilakukan pada tahun 2016 mendatang,” ungkap  Kepala Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD)  Kebumen,  Drs Eko Widiyanto, Rabu (25/11).

Menurut Eko, lokasi relokasi berada dekat dengan kawasan tanah bergerak. Pemkab akan membangun rumah dan sarana umum.

“Pembangunan rumah ditangani Dinas Pekerjaaan Umum Kebumen,” jelasnya.

Kepastian relokasi di lokasi yang tidak rawan tanah bergerak didapat setelah warga korban tanah bergerak bersedia untuk direlokasi.  Namun  belum ada kepastian  tanah milik korban yang ditinggalkan masih menjadi hak  korban atau menjadi tanah milik pemerintah dengan cara diganti rugi. Kemungkinan  lahan di kawasan tanah bergerak masih milik  koban,  karena tidak dibolehkan ganti rugi  lahan bekas bencana alam.

BPBD Kebumen  berharap, setelah ada relokasi, warga tidak kembali lagi bermukim  ke kawasan lama, setelah merasa kawasan itu aman.   Kekhawatiran itu ada, berdasarkan kejadian relokasi di  Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, dan Dukuh Rowobayem, Desa Wadasmalang, Kecamatan Alian, Kebumen.  Sebagian  warga bermukim  kembali ke  lahan lama, karena  tidak betah di   tempat relokasi.

Tanah bergerak  di Winokromo sudah terjadi sejak tahun 2000. Tanah bergerak biasa terjadi ketika musim penghujan. Tanah bergerak  ke arah sungai yang ada di sekitar kawasan itu. Belasan rumah rusak berat dan rusak ringan karena  tanah bergerak mengubah struktur bangunan rumah.  Alat pendeteksi tanah bergerak sudah dipasang, namun tidak  difungsikan alarm karena  ada pergerakan tanah.  Warga berdalih, alarm selain berisik juga menakutkan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.